Kabar kematian Galang menyebar begitu pesat. Bangsa serigala pun semakin ketar-ketir. Namun, saat ini mereka semua merasa aman karna sudah berada di tempat yang aman. Walaupun tak dapat dipungkiri jika mereka juga sedih.
David baru saja tiba di kerumunan bangsa serigala yang saat ini sedang makan santapan mereka bersama. Begitu juga dengan Excel, Angel, Sissy, Tino, dan Vino yang makan dalam satu wadah daun pisang. Anggaplah seperti ngeliwetan, tapi satu bangsa serigala dengan bersama keluarganya masing-masing. Dan tentunya hanya memakan daging mentah saja.
Melihat kedatangan kakaknya, Sissy menyadarinya. Ia mengernyit bingung melihat kemurungan dari wajah kakak kandungnya itu.
"Lo abis darimana, Vid? Kok, lo kayak murung gitu" Tanya Sissy. Mendengar pertanyaan itu, Excel, Angel, Tino, dan Vino meliriknya.
David membuyarkan lamunannya. Diam-diam, ia melirik Vino tajam. Sayangnya Vino tak menyadarinya.
"Eum, gue abis dari–" David terpikir sejenak, "Jalan-jalan! Ya, gue jalan-jalan. Gue sedih atas kabar Galang." Lanjutnya sedikit gugup.
Excel menatap David curiga, "Kenapa lo? Aneh banget?" Tanyanya.
"Kenapa gue emangnya?" Tanya David kikuk.
"Kayak lagi gugup aja, gitu! Lo lagi gak nyembunyiin sesuatu, kan?" Selidik Excel.
David tertawa canggung, "Enggak! Gue gak nyembunyiin apa-apa, kok!" Ia berusaha meyakinkan Excel.
"Vid!" Panggil Sissy tiba-tiba, "Kalo gak penting-penting banget, lo jangan keluar dari Wilayah ini. Gue takut, lo kenapa-napa. Perlahan, sodara kita udah mulai abis. Gue gak mau sampe kehilangan lo juga. Apalagi, sekarang gue juga udah kehilangan Galang. Kakak gue yang selama ini paling deket sama gue." Ucap Sissy sendu.
David tersenyum. Ia mengusap rambut Sissy yang posisinya sedang duduk penuh dengan kasih sayang. Selayaknya kakak pada adiknya, "Lo jangan khawatir. Gue akan baik-baik aja, kok!"
Sissy tersenyum. Ia mengangguk percaya pada ucapan kakaknya. Sungguh! Ia tidak ingin kehilangan siapa-siapa lagi. Rasanya, mungkin ia masih bisa terima jika harus kehilangan Digo. Tapi tidak dengan kehilangan saudara-saudaranya.
Srett...
Semua menatap bingung. Tiba-tiba saja Angel berdiri dan lekas memisahkan diri. Sehingga menimbulkan pertanyaan pada mereka semua.
"Dia kenapa?" Tanya Tino.
Seketika Sissy menatap kepergian Angel dengan perasaan bersalah, "Apa karna Angel iri, gue manja-manjaan sama David? Apa mungkin, Angel pengen manja-manjaan sama David juga?"
David menggeleng, "Gue rasa, bukan itu? Apa perlu gue ikutin?"
Semua mengangguk setuju.
"Lo ikutin, sana! Jaga dia! Jangan sampe kita berpisah." Saran Excel. Alhasil, David pun mengikuti Angel.
***
Angel mencari tempat sepi di Wilayah ini untuk merenung. Hingga akhirnya, satu pohon menarik perhatiannya, ia pun duduk di bawahnya.
"Perlahan, semua orang meninggalkan gue. Bunda Velove, bunda Helen, bunda Lestat. Aurel, Ray, Freedom, Kirana, Ken. Sekarang Galang. Dengan gue disini, gue semakin takut kehilangan. Apa perlu, gue ikut Agra aja? Bagaimanapun juga, Agra kakek gue. Daripada gue ketakutan akan kehilangan lagi disini." Ucap Angel sendu.
"Terus, lo mau ninggalin kita? Gitu?" Ucap David yang tiba-tiba datang. Ia pun menghampiri sang adik kandungnya itu, "Lo mau ninggalin kita?"
"Gue gak punya pilihan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
Fiksi PenggemarGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
