Kecemburuan Digo

849 44 12
                                        

"Jadi, Nayla udah mau pulang, ya?" Tanya Rona.

Nayla pun mengangguk, "Iya tante. Udah sore."

Rona pun menghela napas, " Ya udah, deh!"

Nayla pun menyodorkan tangannya untuk meminta salim. Dengan senang hati, Rona membalasnya. Setelah Nayla, barulah Sissy yang salim.

"Pulangnya diantar Zidan aja, ya!" Suruh Rona.

Nayla menatap Rona tak enak hati, "Jangan, tante! Nanti ngerepotin."

"Ck. Gak ngerepotin, kok! Kalo ada apa-apa di Jalan gimana?" Ucap Rona khawatir.

Rona pun lekas melirik sang anaknya yang tengah asyik menonton TV sambil mengunyah cemilan.

Melihat anak itu makan tadi dan sekarang, Sissy dan Nayla semakin yakin kalau dia memang bukan Digo. Secara, Digo adalah vampir. Dan vampir tidak bisa makan makanan manusia.

"Zidan, nak! Anterin Nayla dan Sissy dulu, sayang."

Zidan menoleh. Ia pun menelan cemilannya sebentar, "Iya, mamsky!"

Setelah itu Zidan beranjak untuk bersiap-siap.

"Tunggu, ya! Zidannya lagi siap-siap." Ucap Rona. Nayla dan Sissy pun hanya mengangguk.

"Yuk!" Tiba-tiba Zidan sudah siap aja. Itu karna ia hanya perlu memakai Sweater saja.

"Hati-hati, nak!" Ucap Rona memperingati. Zidan sendiri pun hanya mengacungkan jempolnya.

Dengan apa Zidan mengantar? Tentunya menggunakan mobil milik papsky nya Galang itu.

***

Mobil yang dikendarai oleh Zidan pun tiba di Rumah Nayla. Setelah mobil itu berhenti, keluarlah Zidan, Nayla, dan Sissy dari sana.

"Zidan! Makasih, ya! Maaf udah ngerepotin lo." Ucap Nayla tak enak hati.

Zidan pun terkekeh, "Santai aja, Nay! Kita kan udah akrab dari kecil. Lo kayak sama siapa aja."

"Iya, sih! Tapi karna gue udah gak pernah ketemu lo lagi, gue jadinya agak gak enak."

Zidan mengangguk paham, "Gue ngerti maksud lo. Secara lo itu cewek. Kebanyakan cewek itu emang langsung canggung kalo udah lama gak ketemu. Beda sama Galang. Dia kan cowok, dan masih bisa langsung akrab sama gue."

Seketika Sissy dibuat mikir. Bagaimana penampakan Zidan yang akrab dengan Galang? Secara ia saja belum pernah melihat Galang akrab dengan Digo. Hanya dengan membayangkannya saja, Sissy terkikik sendiri.

"Kenapa lo? Tiba-tiba ketawa sendiri?" Heran Nayla bergidik.

Sissy pun tersadar dari lamunannya, "Eh, oh. Gak papa! Cuma keinget hal lucu." Jawabnya cengengesan.

Nayla menatap Sissy aneh, "Aneh lo!"

"Biarin! Gue ini." Sissy pun menjulurkan lidahnya. Nayla hanya mendelik saja.

Zidan terkekeh. Ia pun lekas berpamit, "Ya udah! Gue pulang, ya!"

Nayla dan Sissy mengangguk.

"Hati-hati!" Pesan Nayla. Zidan pun hanya mengacungkan jempolnya sebelum akhirnya memasuki mobil. Hanya menunggu waktu sebentar, mobil itu pun mulai berjalan.

Begitu mobil yang di kendarai Zidan itu menjauh, Sissy lekas menatap Nayla, "Nay! Gue izin menuju Hutan serigala, ya?"

"Boleh. Tapi lo hati-hati, ya!" Ucap Nayla mengingatkan.

"Iya. Lo juga hati-hati di Rumah. Tutup rapet-rapet pintu dan jendela. Bawang putih harus senantiasa lo taro di sekeliling Rumah." Pinta Sissy.

"Sip!" Ucap Nayla mengacungkan jempolnya.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang