Nayla dan Sissy yang baru saja datang jalan berdampingan setelah mereka membayar ongkos angkot yang ditumpanginya tadi. Walaupun sambil ber make up, Sissy masih menampilkan wajah sedihnya.
"OMG Hellow, My Baby Honey Digo. Dari kemarin gue nungguin lo datang buat minta maaf sama gue karna bikin gue panik. Kamu tenang aja, sayang! Aku pasti akan memaafkan kamu, kok." Ujar Sissy lebay yang membuat Nayla mendelik kearahnya.
"Ih, apaan sih, lo? Geli tau gue dengernya. Lagian nih, ya? Lo tuh kemarin sama si Digo ngapain, sih? Pasti gara-gara lo nih, Digo sampe kayak begitu." Tuduh Nayla membuat yang dituduh melotot.
"OMG Hellow, Nayla! Kok lo nuduh gue, sih? Kemarin tuh udah gue larang, Nay! Tapi dianya aja gak mau dengerin gue." Bantah Sissy kesal.
Nayla menghela napas lega. Setidaknya tuduhannya pada Sissy tidaklah benar. Bukan karna Sissy yang minta aneh-aneh sampai Digo berbuat begitu.
Setelah sampai di Parkiran, lagi-lagi kedatangan mereka berbarengan dengan kedatangan Tristan dan para saudaranya itu. Tristan hanya melirik Nayla sekilas lalu pergi.
Sedangkan Digo, begitu melihat Sissy dan Nayla, Digo langsung diapit oleh Thea dan Liora. Dengan tujuan, agar Digo tidak menghampiri Sissy. Ya, kedua gadis vampir itu merasa, semua ini terjadi karna ulah Sissy yang sesuai dengan pemikiran Nayla tadi. Entah apa yang gadis itu lakukan sehingga Digo bertindak ceroboh? Karna pasalnya, dulu Digo tidak seceroboh ini.
Karna diapit oleh kedua saudara perempuannya, Digo tak bisa berbuat apapun. Sehingga ketika Nayla dan Sissy lewat mendekat, kedua vampir itu menatap sinis pada Sissy. Thea melangkah maju juga mendekatkan diri pada Sissy.
"Eh, lo gak usah deketin Digo lagi, ya!" Ujar Thea dengan nada sinis.
Sissy syok, sedangkan Nayla terkejut.
"Kenapa?" Tanya Sissy meminta alasan.
"Masih tanya kenapa? Eh, gara-gara lo, Digo hampir bikin Yasha celaka!" Jawab Thea sarkas.
Nayla tertegun. Apa yang dikatakan Thea, itu sesuai dengan tuduhannya tadi. Sedangkan Sissy menatap Thea kesal. Ia tak terima dituduh begitu.
"Terus, itu salah gue gitu?"
"Ya iyalah! Salah lo, karna lo itu kecentilan." Ujar Thea menghujam hati Sissy.
Kini Sissy menatap Digo agar laki-laki itu membelanya. Namun apa? Sissy malah kecewa. Pasalnya, Digo hanya terdiam. Padahalkan ini semua salah dia. Dengan kesal, Sissy menghambur pergi ke Kelas. Sementara Nayla menatap Thea sebentar. Ia tak tau harus berbuat apa? Alhasil, Nayla mengejar Sissy.
"Si! Tunggu!" Panggil Nayla lalu mengejarnya.
Melihat itu, Digo merasa bersalah. Lalu ia ingat perkataan Tristan kemarin.
"Liora, Thea, biarin gue nemuin Sissy, ya!" Bujuk Digo memohon.
"Ngapain?" Tanya Liora sinis.
"Lo gak inget, kemarin Tristan bilang apa? Gue harus minta maaf sama dia."
Liora memutar bola matanya malas. Baginya, Digo itu hanya mencari alasan. Tapi ia tak bisa menampikkan kalau Tristan itu benar. Alhasil, Liora mengangguk mengiyakannya.
"Terserah lo! Yang penting jangan diulangi lagi!" Ucap Liora memberi peringatan.
Mendengar itu Digo senang, "Makasih, ya! Liora, Thea." Digo pun menghambur pergi menghampiri Sissy. Sedangkan Thea jengkel. Usahanya untuk memisahkan Digo dan Sissy, rupanya gagal.
"Sia-sia aja gue ngomong itu ke Sissy."
Kini, keduanya pun lekas beranjak ke Kelas bersama.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
