Once Upon A Time (2)

417 40 12
                                        

Untuk pertama kali, Cattleya ada di meja makan yang sama bersama Sang Lord. Meski kursinya dan Sang Lord terpisah jauh, namun dia cukup senang saat dapat memandangi pria itu menyantap makanannya. Dia memperhatikan saat Sang Lord memasukkan suapan demi suapan  daging panggang ke dalam mulut. Mendapati bahwa pemandangan sederhana itu membuat hatinya berbunga. Karena lebih kurang, dia punya andil atas baiknya selera makan Sang Lord malam ini.

"Anda menyukai makanannya, My Lord?"

Sang Lord mengangkat wajah dari hidangan yang sedang dia santap, melirik Cattleya sekilas lalu menjawab. "Ya. Ini enak. Agak berbeda tapi enak."

"Saya menambahkan beberapa rempah untuk dagingnya."

Mendadak, gerakan Sang Lord terhenti. Dia menurunkan garpu di tangan, kini menaruh perhatian penuh pada gadis yang duduk di seberangnya. "Kau apa?"

Cattleya menelan ludah gugup saat menyadari bahwa dia telah salah bicara. "Maksud saya... saya meminta koki untuk... " Gadis itu tidak sanggup untuk menyelesaikan kalimatnya. Dia tidak biasa berbohong. Dia tidak bisa. Apalagi di bawah tatapan tajam Sang Lord yang kini tertuju padanya. "Saya membantu sedikit... "

Sang Lord berdiri mendadak, menghampiri Cattleya dalam beberapa langkah panjang. Dia menarik tangan gadis itu, mencermati dengan seksama. Cattleya mengamati saat perlahan, air muka pria itu berubah. Ada amarah yang Cattleya tidak tahu apa penyebabnya.

"Did you cut yourself?"

Cattleya menunduk, mengikuti arah tatapan Sang Lord di telapak tangannya. Luka itu samar. Satu goresan kecil yang bahkan tidak mengeluarkan darah. Hanya bekas kemerahan.

"Saya tidak sadar. Pasti saat saya memotong daging... "

"MAGGIE!"

Cattleya terlonjak mendengar teriakan tersebut. Sang Lord masih belum melepaskan tanganmya. Menunggu kedatangan Maggie yang berlari tergesa.

"Ya, My Lord."

"She cut herself."

Maggie memucat. Memandang ngeri pada goresan kecil di tangan Cattleya. "Maafkan saya, My Lord."

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi wanita itu hingga membuatnya jatuh tersungkur.

"My Lord!" Cattleya berdiri, bersimpuh di samping Maggie yang sedang memegangi bibirnya yang berdarah. "Maggie... "

"Berdiri." Sang Lord memerintah dingin. Meski tanpa menyebutkannya, tapi Cattleya tahu perintah itu ditujukan pada siapa.

"Bukan salah, Maggie. Dia sudah memperingatkan saya... "

Cattleya merasakan tubuhnya yang ditarik mendadak, hingga dia kembali disokong oleh kedua kakinya.

"Don't make me repeat myself."

"I... I'm sorry.... " Gadis itu mengucapkannya nyaris otomatis. Amarah Sang Lord terlihat begitu menakutkan. Bukan meledak-ledak, tapi dingin yang mencekam. "Let me go... please."

Cattleya memohon saat Sang Lord belum juga melepas cekalan di tangannya dan hanya menatap gadis itu tanpa suara. Ada jeda yang cukup lama. Jeda yang seakan memang diciptakan Sang Lord untuk membuat gadis itu makin ketakutan.

"Tidak. Malam ini, kau akan melakukan tugasmu."

***

Piece of My MindCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang