Devil Beside Me (5)

381 46 4
                                        

Mia berharap itu semua hanya mimpi. Sekarang setelah akal sehatnya mengambil alih, rasa malu dan panik menguasai dirinya. Apa dia dan Thomas hampir bercinta di tengah kolam?! Siang bolong di tempat terbuka?! Tidak. Bukan itu masalah utamanya. Mungkin Thomas sudah terbiasa bercumbu maupun bercinta dengan pacar-pacarnya dulu. Mia tidak akan mengkritik gaya hidup pria itu yang lebih bebas. Dia memiliki beberapa teman blasteran yang menganggap biasa masalah bercinta, seperti orang bule kebanyakan. Sedangkan Mia adalah orang Timur dan dia akan perawan sampai menikah! Thomas hampir saja merenggut hal yang harusnya menjadi hak calon suaminya kelak. Mia tersenyum kecut. Dia tidak dapat menyalahkan pria itu sepenuhnya, karena dia juga turut andil dalam kegiatan 'hampir bercinta' itu. Bahkan merespons dengan sangat antusias.

Gadis itu menjatuhkan kepala ke atas bantal, membekap wajahnya sendiri, lalu menjerit sekuat tenaga. Meredam teriakan frustrasinya agar tidak didengar oleh orang lain. Penghuni rumah ini—Thomas dan beberapa pelayan—pasti akan menganggapnya gila kalau itu sampai terjadi. Tante Laura terlalu sibuk oleh urusan perusahaan hingga jarang berada di rumah.

Mia duduk dengan lesu. Bagaimana dia akan menghadapi Thomas? Dia benar-benar tidak tahu bagaimana harus bersikap saat bertemu kembali dengan pria itu. Namun tampaknya, Mia tidak perlu khawatir. Karena hari itu, dia tidak melihat batang hidung Thomas. Juga di hari berikutnya. Dan berikutnya lagi. Sudah tiga hari ini Mia makan sendirian di ruang makan. Tante Laura sedang perjalanan bisnis keluar kota selama beberapa hari, tapi ke mana Thomas pergi? Apakah pria itu menghindari Mia? Dengan tidak pulang berhari-hari? Entah kenapa hal tersebut membuat Mia marah. Perasaannya campur aduk sejak ciuman itu. Dan hal ini tidak akan terjadi seandainya Thomas tidak menariknya ke dalam kolam, lalu meminta gadis itu menciumnya. Semua gara-gara Thomas! Dialah yang memulai semua kekacauan ini.

Dengan kemarahan yang telah berada di ujung tanduk, dia mengetuk pintu kamar Thomas, nyaris menggedornya. Mungkin pria itu bukannya tidak ada di rumah, dia hanya sangat lihai menyembunyikan diri dari Mia. Gadis itu akan menemukan jawabannya sebentar lagi. Masih belum ada tanda-tanda akan ada yang membukakan pintu setelah ketukan ketiga. Tanpa berpikir lagi, Mia mendorong pintu itu hingga terbuka.

Gelap. Gadis itu meraba dinding dan menekan saklar lampu saat menemukannya. Thomas tidak ada di dalam kamar. Bahkan kamar itu seakan tidak ditempati. Tempat tidur dan perabotannya tertata rapi tanpa ada debu sedikit pun. Berarti Thomas memang benar-benar tidak pulang dalam beberapa hari ini, bukan sengaja bersembunyi dari Mia. Dia sudah masuk ke sini, tidak ada salahnya melihat-lihat sedikit ke dalam kamar Thomas, selagi pria itu tidak ada.

Mia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar tersebut. Gambar karakter Venom dari komik Spiderman adalah yang pertama kali tertangkap oleh mata Mia. Mustahil melewatkannya saat poster itu memenuhi hampir separuh dinding di atas tempat tidur Thomas. Gambar itu agak menyeramkan untuk selera Mia. Dia berjalan ke arah rak buku dan kumpulan DVD. Ada beberapa buku tentang bisnis, biografi, serta film-film yang kebanyakan bergenre thriller.

Dasar psikopat, cemooh Mia dalam hati.

Gadis itu mengambil salah satu film yang sampulnya bergambar seorang gadis dengan seekor kumbang di bibirnya. The Silence of the Lambs. Mia membaca judul film itu. Dia berbaring di tempat tidur Thomas sambil membaca sinopsis di belakangnya. Psikopat. Pembunuhan. Kanibal. Kenapa Mia tidak terkejut?

"Well... well.... What a surprise."

Mia langsung duduk saat mendengar suara familier itu. Thomas tengah bersandar di ambang pintu dengan tangan menyilang di depan dada. Jaket kulitnya terbuka, memperlihatkan T-Shirt putih ketat di baliknya. Senyuman khas pria itu yang biasanya membuat Mia kesal, kali ini menimbulkan perasaan lain dalam dirinya. Juga mengundang debaran yang tidak dia inginkan.

Piece of My MindCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang