Hai semua...
Tolong tandai jika ada typo dan jangan lupa vote + comment.
Happy Reading♡
.
.
.
33. KEMBALILAH, ADA YANG MENUNGGUMU.
Malam yang dingin ada seorang Anak laki-laki yang baru berusia sepuluh tahun meringkuk sambil memeluk sebuah guci yang terbuat dari tanah liat di sudut rumah yang hampir roboh itu. Angin bertiup kencang, suara guntur dan kilat saling bersahutan. Hujan desar membasahi bumi seolah tahu apa yang tengah dirasakan Anak semesta satu ini.
Dia sudah menggigil kedinginan, suara tangisan Anak itu telah disamarkan oleh suara hujan. Gelap malam menjadi saksi betapa pedihnya rasa kehilangan yang dirasa Anak kecil itu.
Satu-satunya keluarga yang dia miliki pergi meninggalkannya untuk selamanya, orang yang dia cintai sampai detik ini tidak akan pernah kembali lagi.
Ibunya Meninggal dunia.
Sekarang apa yang harus dia lakukan? Kemana dia harus kembali? Rumahnya telah pergi, dekapan hangat itu hilang tanpa arah, suara lembut yang menenangkan itu juga turut hilang tanpa jejak, hanya menyisakan sebuah kenangan.
Dia sendirian, lantas bagaimana caranya dia harus bertahan di dunia yang begitu kejam ini.
"Ibu..."panggilnya dengan suara lirih. Namun, sayangnya dia tidak akan pernah lagi mendapatkan sahutan dari wanita yang telah melahirkannya itu.
Ibunya benar-benar telah pergi.
Dia memeluk erat guci yang berisi abu Ibunya itu seolah mencari kehangatan dari dinginnya malam.
Leon mengerutkan pangkal hidungnya melihat Anak itu. Bukankah itu dirinya? Dia ingin sekali mendekat, namun tidak bisa, seperti ada dinding yang tak kasat mata menghalangi.
Tiba-tiba tubuh Leon di tutupi cahaya terang berwarna putih lalu, berpindah ketempat lain.
Anak laki-laki dengan seragam putih biru berdiri di depan gerbang sekolah menatap lekat piala dan sebuah amplop berwarna putih yang ada di tangannya.
Juara umum kelas IX
LEON ARGANTARA
Itulah kata yang tertulis di piala itu. Dan di dalam amplop itu juga terdapat sebuah kertas yang memberi tahu bahwa dia mendapatkan beasiswa dan dapat bersekolah di SMA ternama di kota ini.
Dia melihat sekelilingnya banyak para murid yang tengah bercengkrama dengan orang tua mereka masing-masing.
Hari ini adalah hari kelulusan.
Jika, Anak-anak lain iri dengan prestasinya maka, dirinya juga iri dengan mereka yang masih bisa berkumpul dengan keluarganya, bisa bercanda bersama, mendapatkan kasih sayang berlimpah dari kedua orang tua mereka dan banyak hal lainnya.
Anak itu menarik napas dalam-dalam lalu, menghembuskannya. Berusaha semaksimal mungkin untuk mengangkat sudut bibirnya agar membentuk sebuah senyuman.
"Gak pa-pa. Pasti bisa!"gumamnya menguatkan diri sendiri. Dia tidak boleh lemah, dia harus kuat!
Masih ada yang harus dia lakukan untuk Ibunya.
Dia memasukkan piala dan amplop itu kedalam tas. Namun, tiba-tiba pundaknya ditepuk oleh seseorang yang membuat dirinya harus menoleh kebelakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
CasualeLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
