45. TERJEBAK SELAMANYA?
Udara dingin masuk dari jendela yang terbuka menusuk kulit gadis manis di ruangan itu, suara rintik hujan terdengar membasahi bumi, aroma khas kayu bercampur dengan tanah memenuhi indera penciumannya. Pandangannya kosong terus melihat ke depan dengan pikiran yang berkelana entah kemana.
Udara semakin dingin tak membuat gadis itu beranjak dari tempatnya, ia adalah Liona. Sudah tiga hari berlalu namun dirinya masih terpaku dengan suara sistem yang tiba-tiba online lagi.
[Mohon maaf waktu Anda untuk mengubah takdir karakter kami, Leon Argantara telah berakhir. Misi Anda dinyatakan gagal.]
Tiba-tiba online, tiba-tiba di kasih pemberitahuan gini apa gak shock orang, tapi itulah yang dirasakan oleh Liona saat itu apalagi ditambah dengan kalimat selanjutnya yang semakin membuat seorang Liona tidak bisa berkata-kata lagi.
[Karena Anda telah gagal menjalankan misi dan banyak membuat perubahan, baik itu alur maupun karakter cerita dari 'Simpel Dream'. Kami juga ingin menyampaikan jika tiket untuk Anda kembali ke tempat asal Anda telah hangus. Tidak dapat digunakan.]
Ingin sekali rasanya Liona mencekik yang namanya sistem ini. Hangus? Tidak dapat digunakan lagi?
Apa itu berarti ia akan terjebak disini selamanya, gitu?
Oh... ayolah!! Yang benar saja, setelah sekian lama ia menantikan sistem ini online kembali tapi, kenapa berakhir seperti ini dan ya, bagaimana caranya mengubah takdir Leon tanpa membuat perubahan pada karakter lainnya.
Dia memasuki raga Liona Odelia Aswangga haruskah ia menelan mentah-mentah akhir karakternya, tidak diperbolehkan mengubah takdirnya dan menuntut keadilan untuk Liona.
Jika, iya. Maka ada satu kata yang ingin di ucapkan untuk itu, sinting!!!
Dari awal ia sudah mencoba untuk mengubah karakter Leon tanpa melibatkan karakter lain tapi apa yang ia peroleh, ibarat sebuah batu besar yang menghalangi jalan sungguh tidak mungkin untuk memindahkannya sendirian tanpa bantuan orang lain.
"Liona, kenapa berdiri disana? Tutup jendelanya, udara dingin gini gak baik buat kesehatan."ucap Maudy yang baru saja masuk ke dalam kamar Liona sambil membawa botol air minum.
Liona tersadar dari lamunan panjangnya dan dengan segera menutup jendela sesuai perintah Maudy. Ia berjalan mendekat kearah Maudy lalu, duduk disisi ranjang.
"Ini air minum, nanti kalau haus tengah malam gak perlu lagi turun kebawah."kata Maudy tanpa melihat kearah Liona.
Liona mengangguk sebelum mengucapkan terima kasih.
Maudy berbalik melihat Liona,"Yaudah sekarang tidur, udah malam." Lagi-lagi Liona mengangguk membuat senyum simpul Maudy terlihat, "Tante keluar dulu, good night."
Ketika Maudy hendak menutup kembali pintu kamar Liona ia terhenti sejenak mendengar permintaan yang terlontar dari bibir gadis manis itu.
"Tante, bisa gak kita nonton lagi penampilan Leon besok malam?"tanya Liona dengan hati-hati.
"Bisa dong. Nanti sekalian kita ajak Om Arga, gimana?"Jawab Maudy sambil meminta pendapat dari Liona.
Sebenarnya, ia tidak terlalu memperdulikan Arga akan ikut atau tidak yang terpenting sekarang dia harus segera bertemu dengan Leon dan menanyakan sesuatu yang sangat penting yang masih mengganjal dibenaknya.
Meskipun begitu, Liona tetap mengiyakan usulan Maudy.
⚘⚘⚘
Riuh penonton terdengar jelas di telinga seorang Liona. Tidak cuma suara gelak tawa tapi juga diiringi suara tangis di barisan depan penonton karena jagoan mereka harus tereliminasi di babak ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
RastgeleLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
