Udah ditulis tapi lupa di publish😭😭
.
.
.
.
44. EDWIN DAN RENATA
Satu Minggu berlalu begitu cepat, sungguh tidak terasa. Liona dalam suasana hati yang bagus hari ini dan kabar baiknya adalah beberapa hari yang lalu Leon tidak tereliminasi dan akan dipastikan lolos ke babak selanjutnya — semoga aja dia sampai grand final.
Sekarang Liona berada di kediaman Wijaya, Bunda meminta tolong untuk menjaga Shena di rumah sementara untuk Sean sendiri mengantar Bunda ke kampus untuk mengisi seminar di sana.
"Kak Liona tau gak, bentar lagi Mbak Sasa pulang loh."ucap Shena memberi tahu sambil matanya terus fokus menyusun balok-balok di hadapannya.
Sasa atau yang bernama lengkap Salsabila adalah Kakak Sean, Anak Pertama Bunda. Ia berkuliah di luar negeri untuk menggapai cita-citanya.
"Hah? Kapan?"tanya Liona penasaran.
Alis Shena berkerut mengingat kembali perkataan Bundanya,"Tiga hari lagi, kata Bunda."
"Bentar lagi ya."celetuk Liona pelan langsung di angguki Shena. "Senang dong Shena, Mbak Sasa pulang."goda Liona.
Shena yang tadinya sibuk menyusun balok seketika berhenti,"Gak."jawab singkat lalu, kembali menyusun balok berwarna-warni itu.
"Loh? Kenapa?" Jujur saja Liona cukup terkejut mendengar jawaban Shena. "Kalau Mbak Sasa pulang 'kan pasti seru, bisa kumpul-kumpul lagi dan yang paling penting Shena dapat banyak oleh-oleh dari Mbak Sasa."
"Gak ah, Shena gak mau oleh-oleh. Mbak Sasa tuh galak, kayak Kak Ros. Gak boleh gini, gak boleh gitu pokoknya gak seru kalau ada Mbak Sasa."kata Shena yang sekarang sudah menatap Liona.
Liona dibuat ternganga mendengar ungkapan dari mulut Anak kecil didepannya ini. Ya, walaupun ada benarnya juga sih. Sasa itu memang sedikit galak — cuman sedikit loh_-
Seolah mendapatkan ide yang bagus, Shena dengan cepat memegang lengan Liona lalu, berkata. "Kenapa gak Kak Liona aja yang jadi Kakak perempuan Aku, jadi Anak Bunda. Terus Mbak Sasa jadi Anak Orang tua Kak Liona."
Liona kembali dibuat terkejut mendengar hal ini. Kenapa Shena bisa kepikiran kesana? Mbak Sasa gak se-galak itu loh.
Ketika Liona baru ingin membuka mulutnya untuk menjawab, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka membuat dua orang beda generasi di ruangan itu menengok ke sumber suara.
Sean masuk bersama dengan seorang perempuan berpenampilan rapi membuat Shena segera bangkit dari duduknya. Sean mengusap pucuk kepala Adiknya sambil berucap,"Sekarang waktunya belajar sama Miss."
Shena mengangguk dan bersiap membereskan mainannya dulu sebelum belajar namun, segera dihentikan oleh Liona. "Biar Kak Liona yang beresin."
Shena melihat Sean meminta persetujuan. Ia sudah diajarkan untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah di lakukan termasuk membereskan mainannya setelah selesai.
Sean menjawab dengan anggukan kepala,"Untuk kali ini gak pa-pa. Nanti biar Kakak juga bantu Kak Liona. Shena belajar aja yang benar."
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
RandomLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
