38. APA KAMU SIAP?
Angin sejuk menerpa wajah berahang tegak milik Kenzo, sepasang mata yang selama ini selalu tajam kini terpejam.
Aku membencimu.
Dua kata inilah yang terngiang di kepalanya sekarang. Kata yang diucapkan oleh Liona berhasil membuat hatinya berdenyut pedih seolah diremas-remas. Ia tahu dengan Liona, se-marah apapun Liona dengan dirinya, dia tidak akan pernah mengucapkan kata itu.
Tapi, itu sebelumnya.
Kenzo kembali membuka matanya dan menarik napas dalam-dalam. Sejujurnya, dia sangat khawatir dengan Liona. Apalagi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri Liona mimisan dan pingsan tepat di hadapannya.
Meskipun begitu dia tidak bisa menemani Liona. Karena, ada Sean. Entah, apa yang terjadi dengan orang itu sehingga dia selalu sarkas ketika melihat dirinya.
Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan langsung disambut dengan suara khas milik Renata yang tengah menatapnya dengan wajah ditekuk,"Kakak kemana aja? Bisa-bisanya ninggalin aku sendirian di mall."
Kenzo mengusap belakang lehernya dengan sedikit canggung, dia benar-benar lupa jika dia pergi bersama Renata tadi.
"Sorry, gue ada urusan mendadak tadi." Kenzo berujar membuat alasan.
Renata mengangguk dan tidak memperpanjang masalah ini. Toh, dia juga sudah mendapatkan traktiran dari Edwin,"Untuk sekarang aku maafin tapi, Kakak harus janji ini gak akan terulang lagi. Oke?"
Kenzo hanya berdeham untuk menanggapi dan mengikuti Renata yang mengajaknya menemui Sang Ayah.
Di taman belakang rumah memang sangat cocok untuk bersantai di sore hari sambil menikmati secangkir kopi. Tanpa sadar Kenzo mengernyitkan dahinya, siapa orang yang duduk disebelah Ayahnya?
Renata segera mengajak Kenzo untuk bergabung,"Kakak, ingat gak dengan Om Edwin yang waktu itu nolongin Aku yang hampir ke tabrak?"
Kenzo mengangguk dengan samar, antara ingat dan tidak ingat.
"Nah, ini Om Edwin." Renata memperkenalkan orang yang berada disebelah Andre membuat Kenzo berkedip dua kali, terkejut.
Ia secara bergantian melihat orang di depannya dengan tatapan menelisik. Apa ini Edwin yang dimaksud oleh Mawar sebagai Ayah biologis Renata?
Edwin memandang Kenzo dengan sedikit rasa tidak suka di matanya. Namun, dengan cepat ia mengubah ekspresi dengan wajah ramah,"Ini Kenzo."
Kenzo mengangguk lalu, duduk di kursi tepat sebelah Andre. Sesekali ia menimpali pembicaraan mereka dengan mata yang terus tertuju kepada Edwin dan Renata.
Dilihat dari sisi Ayahnya terlihat cukup akrab dengan Edwin dan sesekali bicara tentang dunia bisnis tapi, fokus Kenzo bukan di situ melainkan di wajah Renata yang terlihat mirip dengan Edwin. Dari mata, hidung, alis bahkan postur tubuh mereka duduk pun terlihat sama.
Kenapa baru sekarang dia menyadari jika, Renata sama sekali tidak terlihat mirip dengan Andre selama ini.
⚘⚘⚘
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
De TodoLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
