SPECIAL CHAPTER LIONA
(Liona Olivia Zelafika)
Kelopak mata yang senantiasa terpejam perlahan-lahan membuka kembali, netra gadis manis itu mengerjap beberapa kali saat sinar dari lampu menyinarinya. Badannya terasa mati rasa, kepalanya juga terasa sangat sakit.
Kenapa dia ada disini?
Netranya menatap ruangan tempat ia berada sekarang, suara mekanis mesin terdengar jelas, "Bunda..."lirihnya
Semua orang yang ada di ruangan kompak menoleh kearah Liona yang terbaring di atas brankar dengan masker oksigen menutupi separuh wajahnya.
"Liona ... Anak Bunda ... Akhirnya." Air mata Bunda kembali jatuh, Anaknya yang selama ini bertahan hidup dengan topangan alat-alat medis yang melekat ditubuhnya sekarang membuahkan hasil - Liona kembali membuka matanya.
Sudut mata Liona memerah dan mencoba meraih tangan Sang Ibu, "Bu-bunda ... Liona ..."
Napas Liona semakin memberat membuat setiap ucapannya tersendat-sendat, air matanya mengalir dari sudut mata, wajahnya terlihat sangat pucat dan matanya menatap kosong kearah anggota keluarganya.
"Maaf semuanya, Tolong keluar!"ucap seorang Dokter perempuan dan segera mengecek kondisi Liona.
Suster mengarahkan mereka untuk keluar ruangan.
"Zion!"panggil Galen kepada Sang Adik yang masih berdiri diam di tempat.
Tangan Zion ditarik Galen, "Bang, Adek? Kenapa lagi?"tanya Zion sambil menatap orang yang menyeretnya keluar.
Galen tidak menjawab. Bukan dia tidak tahu hanya saja dia tidak ingin memberi tahu hal buruk kepada keluarganya.
"Bang, adek kenapa? Bang jawab! Abang Dokte-"
"Abang juga gak tau! Kita doa 'kan yang terbaik buat Liona! Abang juga gak mau Liona kenapa-napa sama kayak kamu."potong Galen
Galen mengusap wajahnya dengan kasar, sama seperti yang lain dia juga khawatir. Kenapa Zion tidak mengerti dan terus menodongkannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dia juga tidak tahu jawaban pastinya dan apa yang akan terjadi selanjutnya?
Waktu dia mendapatkan kabar jika adiknya mengalami kecelakaan tentu dia sangat panik hingga ia lupa cara bernapas. Tidak cuman disitu selama 12 hari terakhir dia selalu menantikan adik manisnya itu kembali membuka matanya.
Dan, syukurnya hari ini itu terjadi.
Ia menatap pintu ruangan Liona yang tertutup, belakang ini kondisi Liona memang tidak stabil dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Meskipun begitu, dia selalu berharap yang terbaik untuk adiknya.
"Adek harus bertahan."
-o0o-
Tiga hari kemudian...
Kondisi fisik Liona semakin membaik setelah sebelumnya sempat mengalami henti jantung dan beberapa alat medis sudah dilepaskan dari tubuhnya hanya saja Liona harus bersabar agar bisa berjalan kembali.
Kerena, kecelakaan itu membuat kakinya patah.
Dan, katanya kecelakaan itu terjadi karena mobil yang menabrak Liona mengalami rem blong hingga sang sopir tidak dapat mengontrol laju kendaraannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
RandomLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
