Hai all...
Tolong tandai jika ada typo ya dan jangan lupa vote + komen.
Happy Reading♡
.
.
.
37. KUNJUNGAN EDWIN.
Suara gemericik air kerang keluar menggema di toilet. Liona mengulurkan tangan untuk mencuci kedua tangannya, setelah beberapa saat dia mematikan air kerang lalu, mengambil dua lembar tisu yang berada disampingnya untuk menyeka sisa-sisa air yang masih menempel di kedua tangannya.
Liona menatap pantulan dirinya yang ada di cermin tepat dihadapannya. Hari ini dia merasa cukup lelah meskipun begitu dia tetap merasa senang bisa bermain dengan Shena. Tujuan awal mereka datang ke mall ini, tidak tercapai. Karena, Liona tetap saja tidak mengingat apapun atau memiliki kesan yang mendalam tentang tempat ini.
Dia mengeluarkan liptin dari sakunya dan langsung mengaplikasikannya agar bibirnya tidak terlihat terlalu pucat. Liona tersenyum manis di cermin sambil sedikit merapikan baju yang dia kenakan sebelum akhirnya keluar dari toilet.
Liona berjalan menuju tempat Tante Maudy dan yang lain berada. Namun, di tengah jalan dia terhenti karena ada yang menyebut namanya.
"Liona."
Liona menoleh ke sumber suara dengan alis berkerut. Bukankah dia orang bersama Shena sebelumnya?
Kenzo mendekat ke arah Liona mengikis jarak diantara mereka berdua. Memikirkan kembali perkataan Sean sebelumnya membuatnya merasa tidak nyaman. Apa yang terjadi malam itu? Kenapa Liona bisa hampir menjadi korban perdagangan ilegal organ tubuh manusia? Apa Andre terlibat dengan ini semua?
Alis Liona semakin berkerut melihat Kenzo yang semakin mendekat. Dia mundur selangkah sambil berucap,"Maaf, apa kita saling kenal?"
Langkah Kenzo terhenti mendengar pertanyaan orang yang berdiri didepannya,"Lo benar-benar gak ingat gue?"
"Kamu siapa?" Liona bertanya dengan menatap wajah Kenzo. Entah, kenapa Liona merasa orang ini aneh, ditanya tapi malah balik nanya.
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Kenzo semakin membuat Liona tidak nyaman. Terjadi keheningan selama beberapa detik dan selama itu juga mereka saling tatap dengan pikiran masing-masing.
"A-aku..."gagap Liona hingga tidak menyelesaikan ucapannya dan buru-buru menjauh dari Kenzo seolah hendak melarikan diri.
Liona benar-benar merasa tidak nyaman berada dekat dengan Kenzo.
Kenzo dengan cepat memegang lengan Liona dan itu berhasil membuat langkah Liona terhenti,"Liona..."
Tanpa memperdulikan keterkejutan Liona, Kenzo langsung memeluk tubuh Liona,"Maaf."lirihnya.
Mungkin dia menang jahat kepada Liona sebelumnya tapi, semua itu dia lakukan untuk Liona sendiri. Dia juga punya Alasan, kenapa melakukan itu.
Aroma mint yang familiar memenuhi indra penciuman Liona membuat kepalanya berdenyut. Dahinya berkeringat, ia mengigit bibir bawahnya mencoba menahan sakit yang dia alami kemudian, mendorong tubuh Kenzo menjauh.
Banyak kata umpatan yang ingin Liona lontarkan tapi, yang keluar berbeda dari yang dia inginkan,"Lo gila!"marah Liona dengan menggebu-gebu.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
De TodoLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
