Hai all...
Tolong tandai jika ada typo ya dan jangan lupa vote + komen.
Happy Reading♡
.
.
.
36. HAH, AMNESIA?
Kenzo tidak dapat kembali dari keterkejutannya, ini benar-benar fakta yang sangat sulit diterima. Bagaimana bisa Renata yang selama ini sangat dimanjakan oleh Andre dan tidak dibiarkan mengalami kesulitan apapun ternyata bukan Anak Papanya.
"Kak, berhenti disitu tuh. Aku pengen makan kue."tunjuk Renata dengan antusias dan tatapan berbinar.
Kenzo mengalihkan pandangannya melihat tempat yang ditunjuk oleh Renata lalu, mengemudikan mobilnya menuju tempat itu. Sebenarnya, dia tidak terlalu bersemangat seperti sebelumnya untuk menemani Renata. Entah, apa alasannya dia juga tidak tahu.
Renata dengan cepat keluar dari mobil dan langsung menyeret Kenzo untuk segera mengikuti dirinya. Beruntung bagi mereka berdua toko itu tidak terlalu ramai sehingga mereka tidak perlu mengantri dan langsung membuat pesanan.
"Kak Kenzo, mau yang mana?"tanya Renata tanpa melihat kearah lawan bicaranya dan terus menatap etalase kaca yang berisi deretan kue yang sangat menggugah selera didepannya.
"Kamu pesan aja, Gue gak mau."jawab Kenzo.
Renata sedikit mengangguk dan segera membuat pesanan,"Makan disini atau dibawah pulang?"tanya pelayan toko dengan ramah.
"Makan disini."ucap Renata lalu, mencari meja yang kosong sambil membawa nampan berisi kue pesanannya.
Renata duduk di kursi dengan nyaman dan diikuti oleh Kenzo,"Kakak, beneran gak mau, ini enak banget loh."tawar Renata kembali.
Kenzo menggelengkan kepalanya pertanda dia benar-benar tidak ingin makan kue sekarang dan lebih memilih menyesap orange jus yang dia pesan tadi.
Renata tidak lagi menawari Kenzo dan langsung memakan satu potong kecil kue brownies coklat, rasa manis dan coklat yang meleleh di mulutnya membuat mood Renata naik drastis.
Sedangkan, Kenzo hanya menatap orang didepannya dengan tatapan yang rumit. Dia saja tidak dapat menerima fakta ini. Bagaimana dengan Papanya?
Kenzo bangkit dari duduknya lalu, berkata kepada Renata,"Gue ke toilet sebentar."
Renata mendongak melihat Kakaknya kemudian mengangguk mempersiapkan Kenzo pergi,"Jangan lama-lama ya Kak."
Kenzo hanya berdeham lalu, pergi meninggalkan Renata. Pergi ke toilet hanya alasan Kenzo belaka, dia tidak bisa terus bersama Renata seolah ada perasaan yang mengganjal, dia butuh udara segar untuk menjernihkan pikirannya.
Dia juga yakin jika Renata sendiri pasti tidak tahu tentang masalah ini. Masalah seperti ini pasti akan disimpan rapat-rapat oleh Mawar jadi, dia harus mencari bukti untuk membuktikan kebenarannya.
Kenzo berjalan-jalan sebentar namun tanpa diduga dia di tabrak oleh seorang anak dari belakang. Anak perempuan itu terduduk di lantai,"Kamu gak pa-pa?"tanya Kenzo dan segera membantu Anak itu.
Dia melihat wajah Anak itu dan ada jejak keterkejutan di matanya,"Shena? Kamu sama siapa kesini?"
Dia tahu jika Shena ini adik Sean. Namun, ketika Kenzo melihat sekeliling, dia tidak dapat menemukan keberadaan Sean atau yang lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
DiversosLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
