SPECIAL CHAPTER KENZO
Suara deburan ombak terdengar jelas, semilir angin membuat rambutnya bergoyang, dia menatap kosong kearah lautan yang luas.
Apa yang terjadi? Sungguh ia tidak mengerti.
"Ayo, ikut saya."suara itu membuat dirinya melihat seorang pria yang dari tadi berdiri disampingnya. Tubuhnya tiba-tiba terangkat — digendong oleh pria itu — dan langsung dibawa masuk kedalam mobil.
"Om, Ibu sama Ayah Enzo dimana?"tanya Anak yang baru genap berusia lima tahun itu dengan hati-hati.
Namun sayangnya, Kenzo tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Kemana Ibu dan Ayah? Apa mereka udah gak sayang lagi sama Kenzo? Katanya Kenzo akan punya adik, apa karena ini mereka meninggalkannya?
Tangis Kenzo pecah, dia mau melihat ibunya. Kemana dia akan dibawa oleh om ini? Tangisan Kenzo semakin menjadi — dia sangat takut.
Andre mengabaikan suara tangisan itu hingga mereka sampai ke kediaman Aswangga. Andre kembali mengendong tubuh kecil Kenzo dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Bisa diam gak? Berisik."ketus Andre seketika membuat Kenzo terdiam akan tetapi tidak dengan air matanya yang masih terus berjatuhan membasahi pipi.
Andre memanggil pelayan. Setelah beberapa saat ia malah berdecak kesal melihat siapa yang datang,"Urus Anak ini."perintahnya sambil menyerahkan Kenzo kepada orang dihadapannya.
Dengan begitu Andre langsung melenggang pergi begitu saja, dia tidak ingin lama melihat orang itu — Sungguh itu membuatnya muak.
Kenzo terus bergumam memanggil kedua orang tuanya. Entah berapa lama dia menangis sebelumnya akhirnya ia terlelap.
-o0o-
Tiga hari kemudian....
Ia kembali terbangun tanpa melihat sosok wanita yang telah melahirkannya, sosok yang biasa senantiasa memberikannya pelukan hangat itu hilang dan tak akan pernah dia lihat lagi.
Kata Ibu Erin, Ibu dan ayahnya sudah berada di surga tempat yang paling indah yang berada di atas sana — Langit.
Tapi, kenapa mereka tidak mengajak dirinya juga? Kenapa mereka meninggalkannya disini?
"Pagi~ Enzo ganteng."sapa Erin sambil mencubit pelan dagu Kenzo lalu duduk di seberangnya. "Waktunya sarapan."
Kenzo hanya diam tidak menjawab — dia terlihat murung — Erin menyuapi Kenzo hingga beberapa menit kemudian baju yang dikenakan ditarik.
Erin menoleh melihat siapa pelakunya. Anak perempuan tersenyum lebar kearahnya menampilkan dua gigi depannya sudah hilang alias ompong.
"Kemarin Ibu janji hari ini akan ikat rambut aku kayak di film Barbie itu."ucap gadis kecil itu sambil menunjukkan sisir dan ikat rambutnya.
Erin mengelah napas, kenapa dia bisa melupakan hal itu. "Ibu minta maaf ya, Ibu lupa. Yaudah Lili duduk disini dulu,"kata Erin sambil menunjuk kursi disebelahnya. "Lili tunggu sebentar ya. Ibu suapi Kak Enzo dulu."
Kenzo menatap anak perempuan disebelahnya yang menggunakan baju kaos oblong warna putih terlihat sedikit kebesaran dan dipadukan dengan celana panjang warna hitam yang tengah tersenyum kearahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
LosoweLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
