40. CABUT LAPORANNYA!
Di pagi hari yang cerah ini Liona tengah duduk di sofa sambil memperhatikan Maudy dan Arga yang sedang berbincang di dapur. Apa ini hanya perasaannya saja atau apa... dia juga kurang paham.
Ia merasa hubungan pasutri ini cukup aneh.
Contohnya saja, Liona sering merasa Dokter Arga menghindar atau engga melakukan kontak fisik dengan Maudy. Ia pernah melihat Maudy berinisiatif untuk merapikan dasi yang dikenakan oleh suaminya karena sedikit miring. Tapi, Arga langsung mundur dan tidak membiarkan Maudy melakukannya.
Jika dipikir-pikir, bukankah adegan seperti itu sungguh romantis apalagi mengingat usia pernikahan mereka yang hampir menginjak dua dekade.
Bukan cuman ini saja, banyak hal-hal lainnya yang membuat Liona merasa aneh.
Usapan di kepalanya membuat Liona tersadar dari lamunan lalu, sedikit mendongak untuk melihat sang pelaku.
"Pagi-pagi udah ngelamun,"ucap Arga dan langsung duduk di sebelah Liona,"Lagi mikirin apa?"
Liona berdeham seolah sedang berpikir,"Kasih tau gak ya."ucapnya sambil tersenyum menatap Arga.
"Oh... Gak mau ngasih tau ya?"balas Arga dengan mengangkat sebelah alisnya,"Oke, biar Om tebak. Pasti lagi mikirin... Sean."
Pupil matanya Liona melebar,"Eh, enak aja. Gak ya. Mana ada aku mikirin Sean."
"Oh ya?"goda Arga
"Iya. Jelas aku tadi gak mikirin Sean."
"Terus mikirin apa?"
"Ya..." Kedua bola mata Liona bergerak liar, mencari sebuah alasan yang tepat untuk mengakhiri topik ini. "Mikirin masa depan. Ya. Aku tadi lagi mikirin masa depan."
"Masa depan bersama Sean."ucap Arga yang semakin gencar menggoda Liona apalagi setelah melihat ekspresi lucu yang ditunjukkan oleh Anak disebelah.
"Astaga,"kata Liona sedikit bernada frustasi lalu, berkata dengan serius,"Gini ya Om. Sumpah demi apapun aku gak ada mikirin Sean tadi."
Arga malah tertawa setelah mendengar ucapan dan ekspresi yang ditunjukkan Liona.
"Lah, malah ketawa. Gak ada yang lucu loh Om. Aku serius ini."
Arga masih berusaha untuk berhenti tertawa,"Biasanya, semakin orang banyak menyangkal berarti itu benar."ujarnya
"Suka-suka Om lah,"kesal Liona. "Intinya aku gak mikirin Sean."
Semakin Liona kesal, semakin semangat Arga menggodanya. Semua hal yang dilakukan mereka berdua dilihat oleh Maudy, ia tersenyum kecil.
Entah kenapa dia merasa bersalah karena, keegoisannya sebelumnya membuat hidup seseorang hancur berantakan. Jika, waktu bisa diputar kembali dia tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi dan merelakan Arga bersama orang yang ia cintai bukan dengan dirinya.
Melihat interaksi antara Suaminya dan Liona, dia sangat sadar dan tahu jika Arga menyukai anak-anak dan mendambakan seorang anak di tengah-tengah mereka. Namun, dia bisa apa? Rahimnya juga sudah diangkat.
Mungkin ini karma yang harus dia terima.
⚘⚘⚘
"Liona!"
Mendengar ada yang memanggilnya membuat Liona menoleh ke sumber suara. Kenzo berdiri tak jauh darinya.
Melihat itu membuatnya mengeryitkan dahinya lalu, membuang muka. Dia tidak ingin berurusan dengan orang itu,"Berapa Pak semuanya?"tanyanya kepada sang penjual buah.
KAMU SEDANG MEMBACA
TERJEBAK DALAM NOVEL
RandomLiona Olivia Zefalika, seorang gadis berparas cantik dengan bulu mata yang lentik dan senyuman yang manis. Dia si bungsu dari tiga bersaudara yang sering jadi babu. Kejadian tak terduga terjadi setelah dia membeli semua makanan pesanan para kakakny...
