"Gevano Kalingga Narasya"
Itulah nama yang Gerald sematkan untuk putranya, Bayi yang baru saja lahir itu langsung diberi nama oleh sang ayah.
Setelah dirawat 6 hari dirumah sakit, Bian dan juga Baby Gevano sudah bisa pulang hari ini, Walaupun Dokter belum menyarankan kepulangan Bian tapi Gerald tidak bisa membiarkan 'istri'nya berlama lama dirumah sakit.
Bukan apa-apa, namun karena istrinya itu tidak betah di rumah sakit selama 6 hari dirawat Bian tidak bisa tidur dengan teratur, Bian hanya tidur beberapa menit setelah itu terbangun lagi, sudah berbagai acara Gerald lakukan agar tidur Bian tetap lelap, tapi semuanya sia sia karena 'istri'nya itu akan mudah terbangun dan sulit untuk tidur lagi.
Hal itu membuat Gerald khawatir dengan kesehatan istrinya, bukannya sembuh bisa saja Bian akan semakin sakit dengan pola tidur seperti itu.
Lagi pula keadaan Bian sudah membaik, hanya saja memang efek operasi keadaanya masih belum benar benar pulih juga tidak bisa beraktifits dengan leluasa apalagi jahitan yang belum kering membuat Bian mudah merasakan sakit dibagian perutnya.
Saat ini Bian sedang berganti baju dibantu oleh Gerald, Infusnya pun sudah dilepas tadi, mereka hanya bertiga bersama dengan Baby Gevano, Anggia dan Dio sedang mengurus administrasi.
Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi membuat Gerald berhenti dengan kegiatannya yang masih membantu sang istri.
"Baby menangis kak, Kakak lihat dulu baby Gevan, Adek bisa lanjutin sendiri cuma tinggal pakai baju kok" Ucap Bian
"Baiklah, Kakak lihat baby dulu, adek hati hati oke" Ucap Gerald yang di angguki oleh Bian.
Bian segera memakai bajunya dengan hati hati, setelah itu keluar dari kamar mandi.
Terlihat Gerald tengah menimang putranya yang masih merengek.
"Ada apa kak? Baby pup?" Tanya Bian sembari berjalan pelan mendekati Gerald yang sedang menggendong Gevano
"Engga sayang, sepertinya Baby haus" Ucap Gerald yang membuat Bian segera kembali duduk di ranjang agar dia bisa memberikan Baby Susu.
Sejauh ini Gevano masih meminum susu formula karena Bian tidak bisa mengeluarkan Asi, sebenarnya bisa namun harus melalui beberapa taham, Gerald lebih setuju Baby tetap dengan susu formula karena pasti Bian akan kesulitan untuk melalui tahapan tersebut, lagipula Gevano juga oke oke saja minum susu formula jari Gerald tidak perlu khawatir.
Bian mengambil alih Gevano untuk dia gendong, tangannya mengelus pipi baby Gevano yang halus, Wajah Gevano hampir keseluruhan mirip Gerald, hanya alisnya saja yang mirip dengan Bian.
" Sayangnya Daddy haus hm? " Ucap Gerald yang melihat Gevano menyedot dotnya dengan rakus.
"Iya Daddy, Gevano haus Daddy" ujar Bian mengikuti suara anak kecil.
Gerald tersenyum menatap Bian.
"Nanti sampai rumah kamu tidur ya sayang, Gevano biar sama kakak aja, Daddy dan mami juga ikut kita" Ucap Gerald kepada Bian.
"Iya kakak, lihat nanti" Ucap Bian tersenyum
"No! Harus, pokoknya kamu harus tidur, kalau sama aja lebih baik kamu dirawat saja tidak usah pulang sekarang" Ucap Gerald tegas
"Iya Daddy, Nanti pipi tidur Sampek rumah" Ucap Bian
"Janji dulu"
Bian mengangguk seru
"Janji kakak"
Suara pintu terbuka membuat mereka mengalihkan pandangan, terlihat Anggia dan Dio yang sudah kembali.
" Sudah siap semuanya sayang" tanya Anggia
"Sudah mi" jawab Bian
"Ya sudah sekarang ayo kita pulang, sini Baby ge8bair sama mami" Ucap Anggia mengambil alih Gevano yang masih mengedot.
"Kamu mau pakai kursi roda atau kakak gendong sayang?" Tanya Gerald pada sang 'istri'
"Adek jalan aja ya, adek udah gapapa kok" Ucap Bian
"Beneran?"
"Iya kakak, adek beneran gapapa" ujar Bian meyakinkan
"Kamu bantu Adek jalan saja Ge, Biar Daddy yang bawa barang barang kalian" Ucap Dio
Barang barang Bian memegang hanya tinggal sedikit saja yang belum dimasukkan kedalam mobil karena tadi sudah dibawa pulang oleh pelayan yang memang Gerald suruh untuk mengambil barang barang miliknya dan Bian.
"Terimakasih Dad" Ucap Gerald yang dia ngguki oleh Dio
"Jagain Adek ya kak, Mami sama Daddy duluan ke mami ke b
Mobil dulu, Jalannya pelan pelan aja" Ucap Anggia yang dia angguki oleh Gerald.
Setelah kepergian Dio dan Anggia, Gerald membantu sang 'istri' untuk turun dari ranjang.
" beneran mau jalan aja?" Tanya Gerald
"Iya kakakk, adek mau jalan" Ucap Bian kekeh.
"Baiklah ayo, pelan pelan saja" Ucap Gerald menggandeng sang istri.
Kali ini akhirnya mereka lebih memilih pulang kerumah orang tua Gerald, dengan alasan Bian dan Gevano akan lebih banyak yang menjaga, jadi Gerald tidak perlu khawatir dengan istrinya.
Walaupun dia sudah memilih untuk bekerja dirumah untuk beberapa bulan kedepan, Namun Gerald masih khawatir jika hanya dirinya dan pelayan yang mengurus 'istri' dan anaknya, dia tidak yakin dirinya bisa.
#######
Yeayyy akhirnyaaa Cerita ku hasil gabut ini selesaaiiiii, Gimana guys? Hehehe
Maaf ya kalau di beberapa part ngga sesuai sama bayangan kalian🙏
Ohh iyaa, maaf juga kalau author suka ngilang, soalnya author udah kerja, jadi author harus bagi waktu.
Udah segitu ajaa terimakasih dan babayyyyy💗💗🫶
