🌸 VOTE SEBELUM MEMBACA 🌸
••• HAPPY READING SEMUA •••
"Arsyad?" Clara menatap kehadiran Arsyad dengan tak percaya. Ia perlahan tersenyum penuh kemenangan, akhirnya ia bisa membawa Arsyad ke sini tanpa memaksanya. "Kamu beneran dateng, aku nggak percaya ini..."
Arsyad masuk ke dalam kamar tanpa mengucapkan apapun, sebelum ia duduk di sofa, matanya menatap takjub pada sekelilingnya, kamar ini benar-benar seperti kamar pengantin.
"Ini semua aku siapin buat kamu," jawab Clara tampak masih tersenyum menatap lurus pada Arsyad yang kini duduk di sofa.
Arsyad duduk dan menyandarkan tubuhnya ke sofa, ia mengangkat satu kakinya dan meletakkan ke atas kaki lain, "Udah lama nungguin gue?" tanya Arsyad sambil menatap Clara intens.
"Udah, nggak, maksud aku nggak kok, kamu tepat waktu..." Clara tidak percaya ini, Arsyad benar-benar ada di hadapannya. Ia juga di buat mendadak gugup pada laki-laki ini.
"Ngapain masih di situ? Duduk sini." perintah Arsyad yang kini menepuk tempat kosong di sampingnya dengan mata yang terus tertuju pada Clara.
Clara menutup pintu kembali, ia kemudian berjalan dengan sangat lambat mendekati Arsyad. Ia benar-benar sangat gugup.
Deg.. Deg.. Deg..
Baru saja Clara duduk di sampingnya, Arsyad langsung mengambil sebotol minuman alkohol di hadapannya, ia meneguknya hingga habis, membuat Clara terdiam melihat hal itu.
Arsyad melirik Clara yang terlihat kaget, "Kenapa? Mau?" Dengan cepat Arsyad menuangkan air tersebut ke sebuah gelas lalu menyodorkannya kepada Clara. "Minum," perintahnya.
Clara mengambil gelas itu, lalu mengikuti perintah Arsyad. Saat sedang minum, hampir saja Clara tersedak karena Arsyad kini melepas jaket hitam yang sedang di pakainya.
"Arsyad, k-kamu kepanasan ya?" tanya Clara agak takut, namun senang.
Arsyad tak menjawab, ia merogoh rokok di saku celananya, lalu menyalakannya dan menyesapnya dalam, kemudian menghembuskan asap itu ke udara hingga kepulan asapnya tampak membuat Clara terganggu.
"Ngomong aja, aku ke sini harus ngapain?" tanya Arsyad yang tak sedikitpun melirik Clara.
Clara mencoba mengibaskan tangannya, membuang asap yang berada di depan wajahnya, "Aku pengen berduaan sama kamu di sini." jawab Clara sedikit canggung, namun dengan berani ia memeluk lengan Arsyad.
Arsyad melirik Clara, mata Arsyad kini menatap dari ujung kaki hingga ujung kepala gadis itu, "Dengan pakaian lo yang kayak gini?"
"Arsyad, sebenarnya untuk malam ini, aku bakalan rela kamu apain aja, aku rela Arsyad..." ucap Clara cepat sambil merapatkan tubuhnya pada Arsyad tanpa merasa malu sedikitpun.
Arsyad menatapnya tak percaya.
Clara kini berdiri, "AKU TAU, AKU SALAH. AKU LAKUIN SEMUA INI DEMI KAMU ARSYAD, AKU BAHKAN RELA KAMU LAKUIN APAPUN KE AKU MALAM INI, AKU CINTA SAMA KAMU!" ucap Clara sambil terisak. Dengan cepat Clara mengelap air matanya yang menetes, lalu ia memegang lengan Arsyad, "AKU MOHON KAMU JANGAN PERGI YA, TETAP DI SINI SAMPAI PAGI, AKU KANGEN BANGET SAMA KAMU..."
Arsyad kini berdiri, lalu melepas tangan Clara yang masih memegang lengannya, "Gue di sini, gak akan ke mana-mana,"
Senyum Clara kembali terbit, ia benar-benar tak percaya ini. Arsyad yang selama ini ia sangka sudah berubah, itu semua bohong.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
