CHAPTER 55

7K 242 133
                                        

MAAF YAA LAMA UPDATENYA, KARENA ADA SOMETHING😭🙏🏻 NEXT AKU UPDATE CEPETT, TAPI 100 VOTE & 100 KOMEN YA DULU HEHE🥰

VOTE DULU SEBELUM BACAA✨

Makasih ya udah mau setia sama cerita ini, love u guys🥺❤

HAPPY READING!!!


###





Arsyad kini meraih tangan Alsha, menggenggamnya erat, dan langsung menariknya menuju ke lantai atas, melewati kerumunan. Ia ingin melindungi dan membawa istrinya jauh dari semua keributan ini.

Setelah menerima semua perlakuan ini, Arsyad tak lagi memikirkan akan dirinya, yang ia khawatirkan kini justru adalah Alsha. Perempuan yang tetap berdiri disampingnya sampai saat ini.

Baru saja tiba di kamar, Alsha langsung memeluk erat tubuh suaminya sambil terisak, menangis. Tubuh perempuan ini kini bergetar, ia terisak menangis, menumpahkan semua perasaan yang sejak tadi ia pendam dalam diam.

"Kenapa semuanya jadi begini..." lirih Alsha yang terus terisak dalam pelukan.

Arsyad tidak mengatakan apapun, ia memilih memeluk erat tubuh Alsha, merasakan bahwa yang ia punya kini hanyalah perempuan ini, perlahan ia pun mulai mencium wajah istrinya beberapa kali sambil memejamkan matanya, ia menarik napasnya yang terasa berat, entah kenapa kebahagiaan ini terasa sedikit menyakitkan, ia tak tahu kenapa bisa seperti ini.

Tanpa berpikir panjang, Arsyad perlahan menggendong Alsha dan membawanya ke ranjang.

Di gendongan, mata Alsha tak lepas dari pandangan yang terus menatap suaminya, ia pun mencium wajah laki-laki itu penuh cinta.

Arsyad membaringkan istrinya diranjang, lalu mata mereka saling menatap dalam, penuh kekhawatiran yang sama, tanpa satu pun yang ingin berpaling.

"Aku di sini," ucap Arsyad lembut, lalu menarik Alsha kembali ke dalam pelukannya, memberi rasa aman yang sedang dibutuhkan oleh perempuan itu, "Tenang ya, semuanya bakalan baik-baik aja, jangan khawatirkan apapun," Ia berusaha menenangkan istrinya, walau dirinya sendiri tampak sulit menerima semua ini.

Alsha melepaskan pelukan itu, mata mereka saling menatap dalam, "Aku khawatir sama kamu," ucapnya dengan penuh serius, "Aku kira ini bakalan jadi hari bahagia buat kamu Arsyad, tapi justru malah kamu yang disudutkan dan disalahkan sama mereka," Alsha menggeleng tak mengerti, matanya berkaca-kaca kembali, "apa sih salah kita? kita gak ngelakuin dosa sama sekali, dan kenapa bisa nenek sebenci itu pas tau aku hamil?" Alsha kini menatap ke arah lain dengan raut wajah menahan penuh emosi yang menggebu.

Tatapan Arsyad benar-benar tak bisa lepas dari perempuan ini, tangannya kini menyelipkan rambut milik perempuan itu ke belakang telinga, lalu perlahan ia mencium lembut wajah Alsha, "Orang-orang gak akan ada habisnya membahas tentang kita, dan aku gak peduli tentang itu. Sekarang fokus aku cuma sama kamu dan bayi kita." jelas Arsyad, berusaha menegaskan setiap kalimatnya.

Mereka kini saling menatap, tangan Arsyad mengelus pelan wajah Alsha yang masih dipenuhi oleh air mata, ia mengusapnya lembut, membuat Alsha seketika merasa tenang saat itu juga.

Arsyad tahu ke depannya ujian ini pasti akan lebih berat lagi untuknya dan juga untuk istrinya.

"Ayo kita keluar dari rumah ini." pinta Alsha, penuh penekanan dengan mata yang penuh permohonan, "aku gak mau lagi dengar hal-hal buruk yang mereka lontarkan buat kamu." ungkapnya terlihat sangat khawatir.

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang