•••HAPPY READING•••
JANGAN LUPA VOTE DULU YA SEBELUM MEMBACA.
THANKYOU!!!💖
###
"Aku tau kamu belum terbiasa setiap kali aku minta hal ini, tapi semakin sering kita lakuin, semakin baik buat hubungan pernikahan kita." jelas Arsyad terdengar serius.
Alsha tampak gugup ingin menjawab, "T-tapi nenek ngelarang kita___"
"Apa kamu masih tetap berpegang dengan omongan nenek? Dari pada peduli sama suami kamu?" tanya Arsyad tegas.
Alsha diam dan menunduk, ia benar-benar sangat kacau hari ini. beban terasa menyangkut dikepalanya. Ia merasa semua ini sangat berat, ia ingin menangis, tapi tak bisa. Ia merasa bersalah pada suaminya. Ia tak tahu harus bagaimana saat ini. Ia sudah menjadi seorang istri dan juga seorang mahasiswa baru. Ia mempunyai dua kewajiban sekaligus, apalagi kini suaminya sedang menuntut hak atas dirinya.
Dapat Alsha rasakan, tangan Arsyad membelai rambutnya, sepertinya laki-laki itu bisa mengetahui bahwa dirinya sedang menyimpan banyak pikiran. Arsyad benar-benar peka.
Arsyad menghela napas melihat gelagat istrinya yang tak bisa mengucapkan apapun. "Yaudah gausah, gak jadi. Tapi tugas kamu tetep aku kerjain." ucap Arsyad pada akhirnya.
Alsha menatap Arsyad dengan tak tega, namun ia masih tak bisa menerima tawaran itu. Ia terus melihat Arsyad yang kini berpindah duduk ke sofa, laki-laki itu membuka laptopnya.
Dengan cepat, Alsha mendekati suaminya. "Aku bantuin ya," ucap Alsha berusaha mendinginkan suasana.
"Kamu gak ngantuk?"
Alsha menggeleng, lalu duduk disamping Arsyad, ia meletakkan kepalanya dibahu suaminya, "Gak ngantuk, lagian ini tugas aku, masa iya sepenuhnya kamu yang kerjain, sama aja dong aku ngejoki,"
"Dari pada kamunya stres sama tugas, mending juga ngejoki, aku dulu hampir setiap hari ngejoki," ucap Arsyad santai.
"Serius? Pantes aja kamu tenang banget setiap hari, kayak gak ada beban gitu, padahal kuliah secapek itu loh! Kamu curang banget sih!"
"Yaudah coba kamu kerjain semua tugasmu sendiri, tapi jangan sambil nangis."
Alsha terkekeh, "Gamau, gabisa lah, pasti aku nangis dulu..."
Arsyad tersenyum mendengar jawaban istrinya.
"Bantuin ya please, aku takut gak akan siap..." mohonnya pada Arsyad.
"Iya sayang," Arsyad kini mengecup pipi istrinya, membuat Alsha terdiam dengan wajah memerah.
Arsyad selalu saja membuat Alsha terhipnotis dengan tingkahnya.
Kini Arsyad fokus kembali menatap laptopnya, sebelum mengerjakan tugas milik Alsha, ia menyiapkan tugasnya lebih dulu.
Tiba-tiba ponsel Arsyad berdering, Arsyad mengambil ponselnya yang ada di samping laptop, menatap sejenak nama yang ada di layar, lalu menatap ke arah istrinya, "Bunda,"
Alsha kini duduk tegap, "Bunda?" Pikirannya sudah ke mana-mana, jangan bilang jika sang bunda sudah tahu ia dan Arsyad keluar dari rumah itu, "Angkat aja..." ucapnya ragu.
Arsyad mengangkat telepon tersebut, "Assalamu'alaikum Bunda..."
"Waalaikumsalam Arsyad, bunda ingin bertanya sesuatu boleh?"
Arsyad menatap Alsha sekilas, "Boleh Bunda, silahkan."
Halima terlihat khawatir ingin mengatakannya, "Kamu beneran pergi dari rumah itu bersama Alsha? Kenapa nak?" tanya Halima dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
