CHAPTER 51

9.8K 235 33
                                        

VOTE AND COMMENT GUYS<3

HAPPY READING 💖

_______



Alsha kini menunduk dalam diam, ia sudah mengacaukan pekerjaan suaminya. Ia merasa sangat bersalah. 

Laki-laki itu mendekati Alsha, lalu menariknya perlahan untuk berdiri, kini mereka berhadapan dan saling menatap satu sama lain.

"Sekarang kamu pulang ya, biar aku yang tangani semua ini," ucap Arsyad sambil menghela napas, satu tangannya mengelus kepala istrinya, "Kalo udah sampai di rumah, kabari, aku juga bakal hubungi dokter buat ngobati luka kamu." sambungnya.

"Arsyad," Alsha menjeda kalimatnya, ia menunduk, ia seketika tersadar bahwa dirinya egois. Apa yang ia lakukan kali ini tidaklah benar. Apa mungkin karena Arsyad terlalu memanjakan dirinya? Makanya ia menjadi seperti ini, ia pun kembali menatap laki-laki itu, "Kamu harus selesaikan pekerjaan kamu dulu, aku mohon jangan karena hal ini kamu bisa dapat masalah nantinya," ucapnya tampak merasa bersalah. 

"Alsha___"

"Aku minta maaf Arsyad, aku terlalu egois dan manja, gak seharusnya aku lakuin hal ini. Aku mohon sama kamu, kamu tuntaskan dulu pekerjaan kamu, ya..." Alsha kini berdiri, ia bersiap akan pergi dari ruangan ini. 

Dengan cepat, Arsyad menariknya mendekat, menatap dalam mata Alsha yang tampak gelisah. “Kenapa kamu malah ngerasa bersalah gini?” tanyanya pelan tapi tegas. “Dengar, Alsha. Aku lebih suka kamu minta apa pun ke aku, sesulit apa pun itu. Karena mulai sekarang, aku yang tanggung jawab atas kamu. Apa pun yang terjadi sama kamu, itu juga urusan aku.” jelasnya.

Alsha tahu laki-laki ini lebih suka jika ia mengadukan semua keluh kesahnya. Dengan cepat ia melepaskan tangan laki-laki itu dari lengannya, "Sekarang juga, selesaikan dulu pekerjaan kamu ya, aku janji pulang dari sini langsung ke dokter," ucapnya tampak memohon pada Arsyad.

Arsyad terus menatapnya, hingga pada akhirnya ia mengangguk setuju, "Yaudah, aku bakal selesaikan pekerjaan aku dulu, setelah itu aku bakal cari perempuan itu." 

"Makasih Arsyad," Alsha tersenyum lega, ia lalu memeluk suaminya, ia kembali merasa tenang. Lain kali, ia pasti tak akan egois seperti ini.




***





Alsha baru saja pulang dari rumah sakit bersama dua bodyguard yang sejak pagi tadi bersamanya.

Di saat mobil itu berhenti, Alsha tersenggol salah satu bodyguard yang duduk disebelahnya, ia menahan nyeri pada lengannya yang kini sudah terlilit perban, namun ia berusaha menahan mulutnya untuk tak bersuara. 

"Nyonya, sudah sampai..." ucap pak Anan, sopir pribadi yang tampak murah senyum dan berhati baik.

Kini Alsha tampak berpikir, ia tak ingin orang-orang di rumah merasa cemas, ia lebih baik menyembunyikan luka ini. Apalagi ia juga harus menjaga nama baik suaminya. Jangan sampai Arsyad yang kembali disalahkan oleh mereka hanya karena mantannya menyerang Alsha di kampus hari ini. 

"Pak, ada jaket gak?" tanyanya pada pak Anan. 

"Jaket? Untuk apa nyonya?" tanya pak Anan bingung. 

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang