CHAPTER 56

6.9K 206 136
                                        


HAPPY READING SEMUA❤

VOTE SEBELUM BACA YAA✨

###



"SAKIT ALSHA! LO GILA YA? L-LEPASIN..." ringis Viona yang berusaha menatap ke arah Arsyad, seperti meminta tolong pada laki-laki itu, ia terus dibawa oleh Alsha menuju ke arah pintu kamar.

Alsha tak merasa takut atau ragu, ia penuh percaya diri menarik rambut Viona dengan kasar, perempuan yang sedang ditarik itu kini berusaha melepaskan dirinya dari Alsha sambil meringis kesakitan, namun hal itu tak membuat Alsha merasa kasihan padanya. Tercetak jelas pada wajah Alsha, bahwa ia begitu sangat emosi.

"Alsha cukup, lepasin dia." ucap Arsyad berusaha melerai keduanya, ia memegang lengan Alsha, terlihat ingin menjauhkan istrinya dari Viona, namun dengan kesal Alsha menepisnya.

"GAUSAH IKUT CAMPUR!" gertak Alsha pada Arsyad dengan air mata yang tertahan, menatap dalam pada suaminya, sambil menahan tangis.

Dapat Arsyad lihat air mata yang tertahan pada perempuan itu, membuatnya merasa tak tega, tentu hal itu membuat Arsyad mengurungkan diri untuk melarang keinginan istrinya. Tangannya perlahan mempersilahkan Alsha untuk melanjutkan aksinya.

Hal itu tentu membuat Alsha semakin emosi, ia menarik rambut Viona kembali hingga sampai di pintu kamar, dengan cepat Alsha mendorong perempuan itu dengan kasar, membuat Viona langsung tersungkur ke lantai.

Brak!

Arsyad tak percaya, Alsha benar-benar mendorong Viona dengan sangat kasar.

Kini Viona terdiam syok dengan perlakuan perempuan aneh ini.

"Lain kali gausah masuk ke sini lagi, ngerti? Lo tuh cuma tamu, jadi gausah merasa semua ini punya lo, termasuk suami gue!" jelas Alsha dengan napas yang naik turun, menatap tajam dan penuh emosi pada Viona.

Tangan Viona mengepal, rahangnya mengeras, ia perlahan mendongak ke atas, menatap Alsha dengan mata yang memerah, menahan amarah. Ingin sekali ia menjambak Alsha, namun ia harus bisa mengerti akan situasi ini, dan itu pasti akan memburukkan keadaan, apalagi ini sudah tengah malam, yang ada pasti dia disalahkan.

"Kenapa? Masih kurang ya jambakannya?" tanya Alsha menantang.

Arsyad kini melewati Alsha, ia kemudian berjongkok dihadapan Viona, "Ayo berdiri," ucapnya pelan, pada teman kecilnya itu. Laki-laki itu mengambil tanga Viona, dan mengajaknya berdiri.

Alsha terdiam melihat situasi ini.

Sontak Viona kini menatap ke arah Alsha dengan senyuman sinis.

"Lebih baik kamu kembali ke kamar, Viona. Ini udah malam, gak enak sama yang lain kalo ribut kayak gini. Dan, maaf atas perlakuan Alsha." ujar Arsyad sambil menatap bersalah pada Viona.

Alsha menggeleng sambil meneteskan air matanya, tangannya mengepal, tak terima dengan ucapan suaminya.

"Iya Arsyad, Gapapa kok. Aku juga memaklumi kalo Alsha lagi hamil, jadi pasti bawaannya emosi terus," ujarnya lembut pada Arsyad sambil melirik Alsha dengan tatapan puas.

Arsyad tak merespon apapun, ia menarik napas perlahan dan menatap ke arah lain.

Viona pun bergegas meninggalkan tempat itu, berjalan pergi ke lantai bawah menuju ke kamarnya dengan wajah penuh kemenangan.

Arsyad perlahan berbalik menatap istrinya, terlihat mata Alsha sudah berkaca-kaca, tampak menahan tangis. Perempuan itu menatap suaminya dengan tatapan tak bisa diartikan.

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang