HAPPY READING SEMUA
JANGAN LUPA VOTE DULU YA
THANKYOU🤍
•'•'•'•'•'•
Arsyad dan Alsha kini sudah berada di dalam kamar. Arsyad melepaskan genggamannya dari Alsha, lalu berjalan menuju ke lemari dan langsung mengambil koper miliknya dan juga milik istrinya. Setelah itu, ia menatap ke arah Alsha yang tampak masih diam, Alsha terlihat belum bisa menerima semua ini, perempuan itu masih syok dengan apa yang sudah terjadi.
"Ayo cepat, masukin pakaian kamu ke koper," ucap Arsyad yang seketika membuat Alsha buyar.
Perempuan itu mengangguk mengerti, lalu melangkahkan kakinya mendekati Arsyad.
Alsha tampak masih belum bisa mengatakan apapun. Tangannya perlahan memegang koper, lalu terus menatap pergerakan suaminya yang sedang memasukkan pakaian-pakaian ke dalam koper dengan wajah dingin dan tegas. Alsha tahu, wajah Arsyad kini menunjukkan bahwa laki-laki itu sedang memendam amarahnya.
Perasaan yang Alsha rasakan kini begitu sakit, ia tak tega melihat suaminya seperti ini. Hari ini, bahkan orang yang dipercayai, tidak membelanya sedikitpun, justru malah menyudutkan dirinya. Bukan hari ini saja, bahkan sudah lama Arsyad mendapat perlakuan seperti itu dari mereka.
Alsha bisa melihat bahwa nenek dan kakek Arsyad selalu saja menekan Arsyad, melakukan sesuai dengan keinginan mereka tanpa peduli dengan pendapat atau pilihan Arsyad.
"Arsyad," suara Alsha sedikit gemetar, ia menyentuh tangan Arsyad, sehingga membuat aktivitas laki-laki itu terhenti.
Mereka kini saling menatap, Alsha paham akan tatapan Arsyad, ada sesuatu yang sedang dipendam di diri laki-laki itu.
Perlahan Alsha terisak, ia pun dengan cepat langsung memeluk erat tubuh suaminya sambil menangis, "Arsyad, sejak aku tinggal disini, aku bisa lihat, mereka selalu menentang kamu, aku sakit hati, aku tau kamu yang paling sakit di sini, tapi aku sebagai istri kamu, aku ikut sakit..." ucap Alsha tampak mengeluarkan isi hatinya.
Arsyad mengusap punggung perempuan itu, lalu mencium puncak kepalanya, "Iya sayang, kita pergi dari sini, aku minta maaf sama kamu, karena masalah ini, kamu jadi terlibat." ungkap Arsyad merasa sangat bersalah.
Alsha melepaskan pelukannya sambil menggeleng berulang kali, "Apapun itu, aku selalu ada di sini Arsyad, di samping kamu, jangan khawatir apapun, oke?" ungkap Alsha berusaha menahan tangisnya, menatap lekat mata Arsyad.
Mendengar itu Arsyad tersenyum, ia benar-benar mempuyai bidadari yang selalu ada di sampingnya, ia memajukan wajahnya lalu mencium bibir Alsha singkat, "Makasih banyak ya, aku janji, aku akan berusaha bahagiain kamu gimana pun caranya, tolong sabar sedikit, mungkin awalan ini gak mudah buat kamu," tangan Arsyad menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya, lalu merapikan rambut Alsha yang sedikit berantakan, "Aku minta maaf untuk hari ini," Sekali lagi, Arsyad mencium bibir Alsha, lalu melepasnya dan mengusap pelan bibir itu dengan jarinya.
Padahal di sini yang lebih berat itu adalah Arsyad, namun laki-laki ini begitu peduli pada istrinya. Alsha tak bisa menjawab apapun lagi, ia kembali memeluk Arsyad dengan erat.
Bagaimana pun yang terjadi diluar sana, bila Alsha sudah berada dipelukan Arsyad, ia merasa aman dan tenang, jiwanya seperti benar-benar tidak takut akan apapun, Arsyad adalah keberuntungan yang ia miliki.
Arsyad adalah cintanya.
***
Semua orang kini menatap ke lantai atas, di mana Arsyad dan Alsha baru saja keluar dari kamar mereka. Terlebih lagi dengan Misha yang kini berdiri, menatap syok kedua orang tersebut sambil menggelengkan kepala, tak rela. Juga dengan Rika yang kini menatap ke arah suaminya dengan keadaan wajah menahan tangisan,seolah ia meminta Fauzan agar menghentikan Arsyad.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
