VOTE SEBELUM MEMBACA YA.
HAPPY READING💗💃
###
Pagi ini ada banyak jenis makanan dan buah-buahan segar yang diantar oleh para asisten ke kamar Alsha dengan menggunakan troli makanan. Mereka mengatakan semua ini adalah perintah dari Tuan Muda Arsyad. Tidak lupa juga dengan obat yang sudah dijanjikan oleh laki-laki itu untuk Alsha.
Alsha menutup wajahnya dengan buku yang sedang ia baca. Konsentrasinya kini teralihkan, ia kini malah tergiur pada makanan itu dari pada buku ini.
Dengan cepat ia meletakkan buku itu ke atas nakas, lalu berjalan ke arah sofa dan langsung duduk di sana sambil terus menatap satu-persatu makanan lezat itu, ouh! Perutnya tampak sudah tidak sabar untuk di isi oleh mereka!
"Nyonya muda, ayo silahkan sarapan, kalo nyonya nggak makan, nanti tuan muda akan memarahi kami," ucap salah satu dari dua asisten wanita yang sedang berdiri tak jauh dari Alsha.
Satu asisten lagi ikut tersenyum.
Mereka berdua tampak senang melihat Arsyad yang begitu perhatian dan peduli kepada istrinya, "Tuan muda Arsyad kelihatannya peduli banget sama kesehatan nyonya muda, nyonya beruntung banget ya," godanya.
Alsha terkekeh, "Iya, walaupun dia terlihat dingin dan cuek, tapi sebenarnya hatinya baik banget, dia benar-benar suami aku yang paling sempurna pokoknya!" pujinya, entah bagaimana jika Arsyad mendengar pujian ini, mungkin laki-laki itu akan kesal karena Alsha terlalu berlebihan.
Dua asisten itu kompak menahan tawa, Arsyad yang ketus dan dingin di hadapannya mereka kini ditakdirkan memiliki pasangan hidup yang ceria dan lucu seperti Alsha.
"Eh, gimana kalo kalian berdua bantuin aku buat habisin makanannya?" saran Alsha sambil menaik turunkan alisnya dengan senyuman khasnya, mengajak dua asisten itu untuk ikut makan.
Sontak kedua asisten itu tampak kaget dan langsung menunduk, "Tidak, Nyonya." ucap mereka kompak.
"Gapapa, aku serius. Ini makanannya banyak banget, aku gak akan abis," paksa Alsha dengan wajah memohon.
"Nyonya, kami berdua ada pekerjaan mendesak di dapur, nanti kalo nyonya sudah selesai makan, kami akan ambil troli ini kembali," pamit asisten itu penuh sopan. Lalu mereka melangkah pergi meninggalkan kamar Alsha.
Melihat itu Alsha menatap bingung, padahal makanan ini enak semua, kenapa mereka menolaknya? Huh! Bagaimana mungkin makanan ini ia habiskan sendirian?
Karena perutnya yang sudah berbunyi meminta untuk cepat di isi, perlahan ia mulai memakan makanan di hadapannya.
Ya, ini sangat lezat! Sungguh!
Sepertinya, ia tidak perlu bantuan siapapun untuk menghabiskan makanan ini.
Tiba-tiba ponselnya berdering, Alsha mengambil benda pipih itu dan menatap layar ponsel, seketika senyumannya kembali terbit.
Arsyad menelpon dirinya.
"Iya Arsyad?"
"Gimana? Udah selesai sarapan?"
"Ini aku lagi makan, hehe..."
"Mereka kasih obatnya juga kan?"
"Iya, makasih banyak ya, kamu nyempetin beli obatnya, dan makasih juga sama makanannya, enak-enak banget Arsyad, aku suka!"
"Iya sayang, makan yang banyak ya, isi tenaga kamu, dan jangan keluar rumah, ngerti?" perintah Arsyad.
"Iya siap, aku tadi juga udah izin ke dosen,"
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
