VOTE SEBELUM BACA🙏
Kalo ada typo maaf ya💖
- HAPPY READING -
Pagi ini, beberapa asisten membantu Alsha untuk membereskan ranjang. Padahal, berulang kali Alsha sudah bilang ingin membereskannya sendiri, namun para asisten muda itu tetap memaksa ingin membantu Alsha karena kata mereka, "Ini perintah Nyonya."
Mau tak mau, Alsha mengiyakannya.
Setelah sprei itu di ganti dengan yang baru. Para asisten itu segera keluar dari kamar Alsha.
Melihat mereka sudah pergi, Alsha langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit. Ternyata, seperti ini menjadi orang kaya, hal privasi pun harus di layani oleh para pelayan seperti ini.
Tapi, sesuatu mengganjal.
Tunggu dulu... Di mana Arsyad?
Sejak tadi, batang hidung laki-laki itu tidak terlihat olehnya. Padahal, selesai sarapan bersama keluarga, Arsyad mengikutinya ke kamar, tapi... Kenapa sekarang Arsyad menghilang?
Dengan cepat, Alsha berdiri dan berjalan dengan tergesa menuju ke lantai bawah. Mencari laki-laki itu.
Jangan sampai Arsyad menemui Clara. Bisa-bisanya laki-laki itu tidak pamit pada istrinya! Menyebalkan!
"Kak Haikal." Alsha menghentikan langkah Haikal yang tampak berjalan menuju keluar rumah.
"Kenapa Alsha?" Haikal berhenti dan menatap bingung pada Alsha.
Alsha melirik ke arah mobil, lalu menatap lagi pada Haikal. "Di mana Arsyad, kak?" tanya Alsha khawatir.
"Barusan dia pergi." jawab Haikal.
"Hah? Ke mana?" tanya lagi Alsha yang tampak kaget.
"Dia gak pamit ke kamu?"
Alsha menggeleng sedih.
"Kayaknya dia ke rumah Ghaidan. Nanti aku coba telpon dan suruh dia hubungi kamu, ya." ucap Haikal menenangkan.
"Yaudah deh. Tapi beneran ya kak, suruh dia telepon aku. Secepatnya." ucap Alsha memohon.
"Oke." Haikal tersenyum mengangguk.
Setelah mengatakan itu, Alsha kembali menuju kamarnya.
Sesampai di kamar dan ia duduk beberapa saat di sofa, ponselnya berdering. Buru-buru ia berjalan mendekati ponselnya yang masih ter charger. Lalu ia mencabut charger tersebut dan menatap layar ponselnya.
Arsyad sekarang menelepon dirinya.
Alsha tersenyum dan segera mengangkat telepon.
"Halo? Di mana?"
"Belum juga satu jam di tinggal, dah kangen aja lo." ucap Arsyad tampak mengejek.
"Ya salah lo sih, kenapa keluar gak bilang-bilang? Pasti lo ke rumah pacar lo kan? Ngaku deh!" tuduh Alsha kesal.
"Heh bocil! Lo gausah nuduh tanpa bukti. Gue lagi di rumah Ghaidan nih."
"Bohong."
"Hai Alsha, salam kenal ya. Gue Ghaidan, temennya Arsyad."
Alsha menahan suaranya, ia sedikit malu karena sudah menuduh Arsyad.
"Alsha? Kok diem?"
"Eh, iy-iya.. Hehe... Salam kenal juga ya Ghaidan." jawab Alsha malu-malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
