CHAPTER 47

9.8K 258 117
                                        

YUK KASIH BINTANG DULU SEBELUM BACA💖

HAPPY READING SEMUA <3




•••

"A-aku di bully dan diperlakukan kasar sama salah satu senior di kampus." ungkap Alsha sambil terus menunduk, seolah tak berani menatap mata laki-laki dihadapannya.

Mendengar itu, tangan Arsyad mengepal begitu kuat, seolah menahan amarah yang nyaris tak terbendung. Wajahnya berubah menjadi sangat dingin, namun sorot matanya menajam, seperti ada bara yang menyala, memunculkan aura gelap yang jarang muncul dari dirinya. 

Sepertinya Alsha harus mengatakan semuanya, ia tak mau menyembunyikan apapun dari Arsyad, suaminya adalah pelindungnya, ia percaya pada Arsyad, laki-laki ini selalu menjadi garda terdepan untuk dirinya. 

"Aku di bawa ke kelas, abis itu aku ditampar, didorong, dijambak, juga dicaci maki," sambung Alsha, sambil membayangkan kejadiannya, matanya berkaca-kaca, apalagi mengingat ucapan dari perempuan itu, "orang itu juga ngata-ngatain aku banyak hal." Alsha mengangkat kepalanya, menatap jelas wajah suaminya, "Aku takut dateng ke kampus lagi Arsyad..." ucapnya dengan suara serak, menahan tangisan. 

Arsyad menariknya ke dalam pelukan, tentu saja membuat Alsha langsung menangis dipelukannya. 

Melihat Alsha tampak sudah mulai tenang, Arsyad melepas pelukannya, lalu menghapus air mata perempuan itu, namun wajah Arsyad masih tercetak dengan jelas, ia seperti sedang menahan gejolak amarah yang tertahan di dalam dirinya. "Aku minta maaf sama kamu, aku gagal ngelindungi kamu, Alsha." ucap Arsyad dengan nada kecewa pada dirinya sendiri. 

"Nggak Arsyad, ini bukan salah kamu," 

"Siapa dia?" 

Alsha terdiam saat Arsyad menanyakannya. 

"Alsha, kasih tau aku, siapa dia?" tanya Arsyad sekali lagi. 

Kini Alsha menatap ke arah lain, "Namanya Tasya, dia ngaku sebagai adik dari Clara." ungkapnya. 

Arsyad terdiam, tangannya mengepal kuat, napasnya memburu berat dan dalam, rahangnya mengeras, seperti menahan sesuatu amarah yang kuat, beberapa detik setelahnya ia langsung memakai bajunya kembali, lalu turun dari ranjang, menyambar jaketnya dan mengambil kunci mobilnya.

Deg!

Alsha melototkan matanya, "ARSYAD!" Alsha bergegas turun dari ranjang dan mengejar suaminya. "ARSYAD, JANGAN, AKU MOHON, KAMU MAU KEMANA..." Alsha menangis dan berhasil menahan lengan Arsyad yang tampak hendak keluar dari kamar. Air mata Alsha kembali membanjiri wajahnya. 

"Aku gak akan diam ngeliat kamu ditindas kayak gini, aku bakal buat perhitungan dengan orang yang udah berani nyakiti kamu!" tegas Arsyad, ia perlahan melepas tangan Alsha yang menahan dirinya, "Biarin aku pergi sebentar, aku gak akan tenang kalo mereka belum di kasih pelajaran!"

Alsha menggeleng berulang kali, "Nggak Arsyad, nggak, kamu gak boleh pergi, aku mohon..." ucapnya dengan serak, "ini udah malam Arsyad, tolong tetap disini," mohonnya sambil terus memegang tangan Arsyad, tak ingin melepasnya sedikitpun.

Melihat air mata Alsha, Arsyad menatap ke arah lain, perasaannya menjadi tak tega. Ia menarik napas perlahan, berusaha mengontrol emosinya.

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang