CHAPTER 43

10.4K 311 159
                                        

HAPPY READING SEMUA <3

JANGAN LUPA VOTE SEBELUM BACA, DAN TINGGALKAN KOMEN YAA

THANKYOU💗


••• 



"Alsha, kamu tahu semua mahasiswa baru harus mematuhi peraturan ospek, kan?" tanya salah satu senior yang sedang berdiri dihadapan Alsha dengan wajah serius, senior itu bernama Raka. 

Alsha mengangguk pelan, ia merasa bersalah. "Maaf, Kak. Ini kesalahan saya." ungkapnya menyesal.

Raka menghela napas, kemudian berkata, "Baiklah, sebagai hukuman, kamu harus membantu panitia membersihkan tempat ini setelah acara selesai. Ini bukan sekadar disiplin, tapi juga tentang tanggung jawab."

Meskipun awalnya merasa berat, Alsha akhirnya mengangguk. "Baik, kak." 

Melihat Raka pergi dari hadapannya, Alsha menarik napas perlahan, ia merasa lega sekarang, karena senior tadi memberikannya hukuman yang ringan, tidak sampai dipermalukan di depan umum.

Tiba-tiba Alsha teringat akan sesuatu dan ia menepuk keningnya, "Aduh, Fika kan masih di kantin, pasti dia marah banget ini!" dengan cepat Alsha berlari keluar dari gedung dengan lutut yang masih terasa sakit. Ia mencoba menahan rasa sakit itu, ia kini harus segera sampai ke kantin sebelum Fika marah padanya. 

Seseorang tersenyum melihat Alsha yang berlari entah menuju ke mana. Ia kembali menatap layar ponselnya, di mana ada foto Alsha yang sedang menepuk keningnya, gadis itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

Mahen berharap ia akan bertemu kembali dengan gadis itu nanti.



*** 





Sore ini Alsha baru saja sampai dirumah. Ia pulang dari kampus dijemput oleh Haikal.

Tentu saja Haikal diperintahkan oleh Arsyad, sepertinya sang suami tampak masih sibuk dengan pekerjaannya di kantor. Bahkan, laki-laki itu juga menyampaikan pesan melalui Haikal agar Alsha tetap berada di rumah dan jangan ke manapun. Ya, mungkin sebentar lagi Arsyad akan pulang.

Ya emangnya Alsha mau pergi ke mana? Mungkin suaminya itu berpikir, Alsha sudah memiliki teman di kampus dan pastinya akan sering bermain diluar.

Tapi, Alsha tahu batasan, ia juga sudah menjadi istri seseorang, ia tak akan mungkin bermain keluar rumah tanpa izin dari suaminya. 

"Huh..." Alsha mengeluh lelah setelah beraktivitas banyak di kampus, ia mengaku pantas mendapatkan hukuman itu karena ia sudah teledor menghilangkan bukunya. 

Oke, mungkin lain kali ia akan lebih berhati-hati.

Tubuhnya terasa remuk, ia juga sangat mengantuk, matanya benar-benar sudah berat sejak berada dimobil tadi. Bahkan, beberapa pertanyaan dari Haikal sempat ia abaikan saking menahan kantuknya. Tapi ia tidak ingin tidur sekarang, ia harus mandi dahulu.

Tok... tok... tok... 

Mungkinkah itu Arsyad?

Alsha yang sudah nyaman berada disofa kini terpaksa berdiri untuk membuka pintu. Saat membuka pintu tersebut, kantuknya mendadak hilang melihat sang nenek berdiri di hadapannya. 

"Lagi apa?" tanya Misha yang kini bergegas masuk ke dalam kamar, dengan cepat Alsha merapikan sedikit sofa yang berantakan karena ulahnya.

"L-lagi istirahat nek, Alsha juga mau mandi." jawab Alsha gugup. 

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang