CHAPTER 42

10K 271 133
                                        

HAPPY READING!

JANGAN LUPA VOTE YAAA💗

###






Arsyad mengalihkan pandangannya, berusaha keras menahan diri agar tidak bertindak di luar batas. Ucapan sang nenek terus bergema di kepalanya, menekan batinnya tanpa henti. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi yang hampir meledak. Tatapannya kembali tertuju pada Alsha, lalu dengan suara berat, ia berbisik, "Aku muak dengan kehidupan aku yang monoton."

"Ini kesalahan aku Arsyad," air mata Alsha menetes, ia menunduk dan menutup wajahnya dengan tangan. 

"Bukan kesalahan kamu." Arsyad perlahan menurunkan Alsha dari atas wastafel, lalu memperbaiki pakaian Alsha yang berantakan karena ulahnya. Ia pun perlahan menarik Alsha dan memeluknya erat, memejamkan matanya, menarik napas dalam, mencoba membuang amarahnya. 

Tentu saja jika sudah berada di pelukan istrinya, ia merasa tenang. 

BRAK! 

Arsyad dan Alsha tersentak kaget dan saling melepaskan pelukan, mereka kompak menatap ke arah pintu. 

Seorang pria tua terdiam sambil memegang sebuah besi panjang dan reflek mengucek kedua matanya, memastikan apa yang ia lihat adalah kenyataan, lalu ia melangkah mendekati dua anak muda di hadapannya itu, "Kalian abis ngapain?" tanyanya menatap dengan kecurigaan. 

"Maaf pak," jawab Arsyad singkat, lalu kemudian ia memegang tangan Alsha, berniat hendak meninggalkan toilet.

Dengan gerakan cepat, bapak tua itu langsung mengangkat besi panjangnya, menutup pintu, menghalangi Arsyad dan Alsha agar tidak keluar. 

"Enak aja kamu!" Bapak tua itu menatap tajam pada Arsyad, "Sehabis melakukan hal mesum kepada gadis ini, kamu kira saya akan melepaskan kamu? Ayo, kalian berdua ikut saya ke kantor polisi!" perintah bapak tua, tegas. 

Alsha menahan kaget sekaligus takut, namun tidak dengan Arsyad yang tampak santai, tentu saja ia tidak melakukan kesalahan apapun.

"Saya tamu VIP disini pak, dan saya gak ngelakuin hal yang ngerugiin bapak," jawab Arsyad berusaha tetap sopan.

"K-kita udah nikah pak," sambung Alsha, dengan nada agak takut.

Bapak tua itu tertawa, "Kamu mau membohongi saya? Saya walaupun sudah tua begini, saya tau apa yang anak muda jaman sekarang sering lakukan, sudah! Ayo ikut saya ke kantor polisi atau temui saya ke orang tua kalian! Biar kalian tau rasa!"

Arsyad menaikkan sebelah alisnya, menatap bingung pada bapak tua itu, "Mau ngapain ketemu orang tua?"

"Saya mau melaporkan ke mereka soal kelakuan kalian, biar kalian langsung di nikahkan hari ini juga," ancam bapak itu. 

Arsyad tersenyum miring, "Oke. Ayo Bapak saya anter ke rumah saya."

"Nantangin kamu?" 

Arsyad mengeluarkan kunci motornya, "Bapak ada motor? Atau perlu di jemput sama sopir saya?" 

"Anak muda jaman sekarang memang kebanyakan gaya," Bapak tua itu mengeluarkan kunci motor dari sakunya, "Walaupun saya hanya office boy di sini, saya sudah memiliki motor." 

Arsyad menarik tangan Alsha, berniat keluar dari toilet, "Ayo pak, ke rumah saya." ajak Arsyad antusias.

Melihat tingkah Arsyad benar-benar membuat Alsha hanya geleng-geleng kepala, laki-laki ini sangat jahil.




*** 



Alsha benar-benar tak menyangka, dinner bersama Arsyad hari ini sangat tidak bisa di tebak akan berakhir seperti ini. Sangat random dan terdengar lucu, bisa-bisanya ada seorang bapak tua yang menuduh dirinya dan Arsyad berbuat mesum di toilet.

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang