VOTE DAHULU YA💝
HAPPY READING🕊
•••
Raut wajah Arsyad kini berubah menjadi mencekam, menahan penuh amarah saat melihat keadaan tangan Alsha yang memerah. Ini kenapa?" tanya Arsyad tampak marah.
Alsha tak menjawab, ia menunduk, lalu menyembunyikan kedua tangannya. Sepertinya ia mengambil langkah yang salah, tidak seharusnya hal ini ia adukan ke Arsyad. Lihatlah, wajah Arsyad sedang menahan amarah. Sepertinya sebentar lagi akan terjadi keributan. Ya, Alsha menyesalinya.
"Jawab, tangan kamu kenapa?" Arsyad menarik kedua tangan Alsha, lalu kembali memperhatikan tangan itu secara detail, "Kamu tadi abis ngapain?"
tanya Arsyad yang kini menatap manik mata istrinya dengan serius.
Alsha yang sudah berhenti menangis, perlahan menggeleng, "Nggak, t-tadi..."
"JAWAB YANG JELAS ALSHA! ATAU KAMU MAU AKU TANYA KE MEREKA SATU-SATU?" ucap Arsyad yang sudah mulai emosi.
Alsha menelan salivanya susah payah, ia menggeleng kembali, "J-jangan Arsyad..." Alsha benar-benar menyesali sikapnya.
"Ngomong yang jujur Alsha, ini kenapa?" tekan Arsyad sekali lagi.
Perlahan Alsha menarik napasnya, mau tidak mau ia harus mengatakannya pada Arsyad, "N-nek Asih t-tadi___"
"Ikut aku!"
Belum selesai bicara, Alsha ditarik oleh Arsyad keluar dari kamar. Hal itu tentu membuat Alsha panik, takut jika Arsyad akan murka di depan semua orang.
Kini sesampainya di lantai bawah, tepatnya di ruang tengah, tampak tak ada seorang pun, lampu juga sudah padam. Arsyad yang masih terus menarik tangan Alsha kini segera menyalakan lampunya, "NEK ASIH!" teriak Arsyad dengan suara menggema, membuat Alsha terdiam kaget.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Kali ini Alsha menggigit kuat bibirnya, mencoba menghilangkan kepanikan, Arsyad benar-benar sudah marah besar.
Satu-persatu orang keluar dari kamar mereka. Ya, semua keluarga Arsyad keluar dari kamar mereka masing-masing saat mendengar suara menggema dari ruang tengah.
"Ada apa Arsyad ?" tanya Fauzan yang kini menghampiri Arsyad, ia bersama Rika, istrinya.
Begitu pun dengan Olivia yang sedang memegang buku di tangannya, ia juga berpapasan pada Yori yang ikut keluar dari kamar. Mereka saling menatap bingung, lalu menghela napas.
Tentu saja di rumah ini selalu ada drama setiap harinya.
"ADA APA INI TERIAK-TERIAK!" Ardi datang bersama Misha dengan raut wajah dingin menatap Arsyad.
"Ada apa Arsyad? Ada masalah?" tanya Misha khawatir, walaupun sejak Arsyad beranjak dewasa Misha jarang berbicara di rumah ini, namun jika Arsyad dalam kondisi tidak baik-baik saja seperti sekarang, pasti Misha akan membuka suaranya.
"Di mana nek Asih, nek?" tanya Arsyad pada Misha.
Misha mendadak bingung, lalu menatap suaminya, dan Ardi hanya menghela napas menatap cucunya, "Masalah apa lagi yang kamu perbuat Arsyad? Sudahlah, semua orang ingin istirahat."
Mendengar itu, Arsyad menatap sang kakek dengan aura tajam. Tentu saja sang kakek hanya mempedulikan dirinya sendiri, "Aku berusaha untuk gak nyari masalah lagi di rumah ini, tapi justru kalian yang malah nyari masalah ke aku, bahkan ke istri aku," ucap Arsyad dingin.
"Arsyad, tenang. Sebenarnya ada apa ini?" tanya Rika lembut.
"Kamu baik-baik aja sayang?" tanya Ernon yang kini mendekati Alsha.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
