HAPPY READING SEMUA 🌸
JANGAN LUPA FOLLOW, LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK🙏🏻
THANKYOU!
###
"Kenapa tiba-tiba lo minta gulai kambing? Jangan bilang kalo lo____" Mahen meringis saat kakinya di injak Fika, lalu mata Fika kini melotot ke arah Mahen, seperti memberi kode agar berhenti berbicara. Mahen yang tampak mengerti, langsung terdiam.
"Udah, jangan banyak bicara, lo cariin gulai kambing sekarang, tadi kan elo yang menawarkan diri, pengen banget keliatan baik di depan Alsha, iyakan!" ucap Fika sambil tersenyum smirk, menatap remeh pada Mahen.
"Gapapa kok Hen, kalo lo gamau jangan dipaksa, paling nanti gue beli sendiri___"
"Eh gak bisa gitu Sha, dia udah janji mau beliin apapun yang lo minta," potong Fika tegas, lalu ia menatap ke arah Mahen, "Cepetan! Nunggu apa lagi?" usir Fika pada laki-laki itu.
Mahen mendengus kesal, "Iya-iya, gue pergi nih. Tapi kalau gulai kambingnya gak ada, gue terpaksa___"
"ADA! PASTI ADA!" tegas Fika penuh yakin, "Udah cepetan, gue sama Alsha setia kok nunggu lo di sini."
Alsha menatap Fika dan Mahen secara bergantian. Ia tampak bingung.
Setelah Mahen pergi, Alsha langsung menepuk pelan tangan Fika, "Kenapa marahin dia sih? Gue beneran gak enak jadinya." ucapnya berdecak.
"Udahlah gapapa, santai aja kalo sama dia. Eh, Sha..." Fika kini berpindah duduk ke sebelah Alsha sambil menunjukkan senyuman manisnya, "Gue mau nanya-nanya dikit nih,"
Alis Alsha berkerut, bingung. "Nanya apaan? Udah kayak kating mau nawarin masuk organisasi aja lo."
Fika menatap sekitarnya, walaupun warung bakso ini ramai, namun jarak kursi antar pembeli yang sedang menikmati makanannya saling berjauhan, sehingga aman bagi Fika untuk mengatakannya.
"Maaf kalo pertanyaan gue agak gimana, hm lo selama nikah pernah itu itu gak?" tanyanya kepo.
"Itu? Itu apaan?" tanya Alsha yang kini mulai sewot, perasaannya mendadak tak enak, pertanyaan Fika pasti mengarah ke sana.
Fika menahan tawa, "Sorry, gue terus terang aja ya, apa lo dan suami lo udah pernah ngelakuin hal itu? Lo pasti ngerti tanpa gue jelasin." jelas Fika berusaha bersikap dewasa.
Alsha diam sejenak, lalu ia berdeham dan menggaruk lehernya, "Kenapa nanyain hal ini Fik? Itu kan privasi gue," jawab Alsha berusaha bijak.
"Sha, gue gak maksud buat ngorek kehidupan lo, tapi gue..." Fika menjeda kalimatnya, tampak bingung mengatakannya. "Gue cuma mau bilang kalo, takutnya lo..." Fika terdiam lagi.
"Apa? Gue gak ngerti maksud lo, tinggal jelasin aja apa susahnya sih?" keluh Alsha tampak greget, ia benar-benar tak mengerti apa yang ingin Fika katakan.
Perlahan Fika menarik napasnya, lalu mendekati dirinya lebih dekat dengan Alsha, menatap mata perempuan itu dengan perasaan penuh khawatir.
"Kayaknya lo lagi hamil deh," ucap Fika pelan, seperti bisikan.
Seketika Alsha terdiam kaku.
Tubuh Alsha kini seolah terasa seperti tersengat listrik. Ucapan Fika sudah membuatnya tak bisa berkata sepatah katapun. H-hamil? Bahkan ia belum pernah memikirkan bahwa ia akan melewati fase seperti itu!
Fika yang melihat itu tampak semakin khawatir, ia lalu menggerakkan bahu Alsha, menyadari perempuan itu, "Alsha, lo gapapa kan?"
Alsha diam tak menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomansaAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
