CHAPTER 37

11.8K 291 94
                                        

HAPPY HOLIDAY

HAPPY READING

JANGAN LUPA
VOTE AND COMMENT



_______






"Arsyad, serius aku bisa sendiri. Kamu silahkan keluar..." desak Alsha yang perlahan menenggelamkan wajahnya sedikit ke dalam busa-busa di bathtub.

Arsyad terus menatap Alsha, hingga hal yang membuat Alsha mendadak lega adalah di saat ponsel yang Arsyad letakkan di wastafel kamar mandi terdengar berdering nyaring.

Membuat Alsha membuang napasnya.

Laki-laki itu kini berdiri dan berjalan mengambil ponselnya.

Dengan cepat, Alsha membuka pakaiannya, lalu sebisa mungkin ia langsung menyabunkan tubuhnya sebelum Arsyad datang kembali.

"Di mana lo? Gue pusing banget nih, nek Asih dari tadi ngomel-ngomel mulu ke gue, nuduh gue nyembunyiin keberadaan kalian berdua..." ucap Haikal di sebrang sana, terdengar frustasi.

Arsyad menghela napas lelahnya, "Bilang aja lagi di hotel. Lagi berduaan, dan gak ada yang boleh ganggu."

"Yaudah, eh tadi kakek tiba-tiba aja ngomong ke gue, katanya gausah ngurus Arsyad lagi, dia udah merasa paling mengerti dan paling benar, udah jadi laki-laki dewasa. Maksudnya apaan? Lo lagi berantem sama kakek?" tanya Haikal tak mengerti.

"Dia ngomong gitu?"

"Yoi, ya gue udah nebak sih, pasti kalian habis berantem."

"Dia benar-benar musuh gue kayaknya,"

"ARSYAD, AKHH!"

Arsyad langsung memutuskan sambungan teleponnya dari Haikal, dengan cepat ia melempar ponselnya ke atas wastafel lalu segera menghampiri istrinya yang baru saja berteriak.

Terlihat Alsha sudah berdiri dengan handuk putih melilit di tubuhnya. Tampaknya gadis itu sudah selesai mandi dan akan melangkah keluar, namun kakinya mendadak susah melangkah keluar dan hampir terpleset.

Alsha kini berpegangan pada tiang besi di dekatnya sambil tercengir menatap Arsyad. Mungkin, jika Alsha tidak memegang besi itu, ia akan jatuh terlentang di lantai. Tentunya kepalanya pasti akan terluka.

Arsyad menghela napas, ia lalu mendekati Alsha dan langsung menggendong perempuan itu.

Alsha memilih diam dan terus memeluk tubuh suaminya untuk menahan keseimbangan. "B-berat gak?" tanyanya agak takut, namun ia tersenyum karena ia merasa ini adalah salah satu adegan romantis yang ada di film, akhirnya Alsha merasakannya.

Arsyad kini menatap Alsha, lalu meletakkan tubuh perempuan itu ke atas ranjang, dengan cepat Arsyad mendekatkan wajahnya pada sang istri, "Berat," bisiknya tepat di depan wajah Alsha dengan satu tangan yang jahil bergerak menyentuh perlahan bahu hingga leher Alsha, di mana perempuan itu masih mengenakan handuk di tubuhnya. Alsha merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik.

Seketika wajah Alsha berubah menjadi kesal saat Arsyad bilang dirinya berat, lalu ia berniat akan memukul bahu Arsyad, dengan cepat laki-laki itu menahan tangannya, "Diam atau mau aku bales dengan cara lain? Hm?" ancam Arsyad yang masih memegang tangan Alsha dengan lembut.

Dengan cepat Alsha menggeleng, wajahnya mulai menahan takut.

Arsyad puas saat melihat wajah Alsha seperti orang ketakutan. "Takut banget kayaknya." ucap Arsyad sambil menoel hidung Alsha, gemas.

ARSYADTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang