VOTE SEBELUM MEMBACA 😙💗
HAPPY READING!!
KOMEN YANG BANYAK YAAA THANKYOU!
###
Siang ini, Alsha baru saja menamatkan satu novel horor. Ia merasakan ending dari novel itu tidak seperti harapannya. Ia menghela napas, kecewa. Lalu meletakkan novel itu ke atas meja dengan wajah tidak bersemangat.
Tiba-tiba ponselnya bergetar di atas meja, Alsha mengambil ponsel itu dan segera mengecek aplikasi WA-nya.
0877XXX : hai Alsha
Buru-buru Alsha melihat profil orang tersebut dan menahan kaget. Ternyata orang yang baru saja mengiriminya pesan adalah Mahen!
Mampus! Bisa-bisanya Alsha kemarin dengan gampangnya memberikan nomor teleponnya pada Mahen, cowok yang harus ia hindari karena Alsha masih sangat menahan malu pada kejadian dahulu, sungguh.
0877XXX : save nomor gue ya shaa
Tuhkan!
Alsha harus apa? Harus save?
Ya sudahlah ya, karena sudah terlanjur memberikan nomornya pada laki-laki itu, mau tidak mau Alsha akan save. Toh, laki-laki itu juga mengatakan ingin berteman dengan dirinya kan? Banyak teman sungguh menyenangkan :)
Dengan cepat, Alsha membalas pesan itu.
oke.
Tak menduga, laki-laki itu benar-benar masih berada di room chat.
Mahen : hari ini free ga? jalan yuk, gue jemput.
Mampus!
Sungguh sangat to the point sekali laki-laki ini. Dan kenapa siang-siang panas begini mengajak jalan? Huh!
Bisa-bisa jika di jalan bertemu dengan Arsyad, Mahen pasti akan babak belur. Ya, Arsyad sekarang masih berada di kampus, laki-laki itu belum pulang dan mungkin saja ia sedang nongkrong bersama teman-temannya.
maaf gabisa.
Giliran Alsha yang sok jual mahal. Kini ia menahan tawa. Dunia begitu adil bukan? Lihatlah situasi sekarang ini, dahulunya Alsha yang mengejar Mahen seperti penguntit, dan sekarang malah laki-laki itu justru yang mengajak Alsha pergi. Istilahnya seperti... Karma?
Ini sangat menyenangkan!
Arsyad : besok ultah Olivia, gue udah beliin kado buat dia, satu kado aja dari kita berdua.
Baru saja Arsyad mengiriminya pesan. Alsha lega jika kadonya sudah di siapkan oleh Arsyad. Namun, harus ia balas apa pesan laki-laki ini, bahkan sejak ia menampar Arsyad pagi tadi, ia dan Arsyad belum bertegur sapa hingga Arsyad pergi ke kampus.
Huh! Dasar cowok mesum. Jika Arsyad tidak bertingkah seperti tadi pagi, mungkin Alsha tak akan kesal sekarang.
Mahen : oh oke, next time yaa harus mau.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomantikAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
