VOTE SEBELUM BACA YA🥰✨
HAPPY READING!
###
"Ayo balik ke kamar. Di sini dingin, kamu bisa masuk angin."
Alsha spontan menoleh ke arah suara itu, mendapati Arsyad yang kini berjalan perlahan mendekatinya di tengah kegelapan.
Perasaan Alsha langsung berkecamuk antara senang, sedih, dan marah. Meski sempat merasa diabaikan, kini jelas bahwa Arsyad peduli padanya. Laki-laki itu ternyata tak mampu benar-benar menjauh darinya.
Arsyad berdiri di samping Alsha, lalu mengulurkan tangannya pada perempuan itu, "Alsha," panggilnya dengan suara rendah, namun terdengar lembut, penuh empati.
"Gamau! Aku mau tidur di sini aja!" tolak Alsha yang masih belum mau menatap suaminya, wajahnya ketus.
"Kamu bisa masuk angin kalo tidur di sini,"
Alsha memilih diam tak menanggapi.
Melihat istrinya yang masih terlihat marah, Arsyad menghela napas, lalu ia berjongkok di hadapan Alsha, menatap lekat kedua mata indah perempuan itu, "Aku minta maaf ya, aku kebawa emosi tadi, aku gak sengaja bentak kamu," ungkapnya menyesali, lalu mengambil kedua tangan Alsha dan mengenggamnya erat.
Perlahan Alsha menatap laki-laki itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca, "Kamu jahat, kamu bentak aku tadi, padahal aku cuma pengen tau apa maksud dari yang kamu bilang, cuma itu." suara Alsha mulai terisak, menahan tangisan, wajahnya terlihat tampak kecewa.
Tanpa mengatakan apapun, Arsyad memajukan dirinya, menyelipkan rambut Alsha ke belakang telinga, matanya juga tak lepas menatap mata bening perempuan itu, dan perlahan Arsyad mencium lembut bibir Alsha.
Asha yang tadinya ingin mundur kini terdiam di tempat, tangannya seolah tak bisa mendorong tubuh laki-laki ini. Entah kenapa ia membiarkan Arsyad melakukannya tanpa memberontak.
Semakin dalam ciuman itu, degup jantung Alsha semakin tak karuan.
"Jangan pernah jauh dari aku," Arsyad berbisik ditengah ciuman mereka, laki-laki itu perlahan meletakkan kedua tangan Alsha agar melingkar dilehernya. Alsha yang begitu sangat penurut, memilih diam dan menikmati setiap sentuhan dari suaminya.
Kemudian ia mengangkat tubuh Alsha, membawa perempuan itu menuju ke kamar tanpa melepaskan ciumannya.
Tanpa menunggu waktu besok, mereka kini sudah berbaikan.
Tentu saja semua itu karena kekuatan cinta mereka. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka walau hanya dalam waktu sebentar.
***
"Belakang lo siapa?" bisik Fika dengan wajah terlihat bingung, "Kok badannya gede-gede semua? Nyeremin!" wajahnya menahan takut, dengan langkah kaki cepat sambil menggenggam tangan Alsha, menjauh.
Alsha memejamkan matanya, hari ini benar-benar sial.
Ia sangat malu, baru saja tiba di kampus, banyak pasang mata menatapnya heboh, bahkan di antara mereka juga ada yang tertawa. Rasanya ia ingin menghilang saja dari bumi.
"Mereka masih ngikutin kita, Alsha..." ucap lagi Fika yang tampak semakin was-was.
Langkah Alsha terhenti, ia mendesah berat, lalu menatap Fika dengan wajah lelah, "Mereka bodyguard yang bakal jagain aku hari ini."
Mendengar ungkapan Alsha, Fika terdiam syok. Ia kembali menatap dua bodyguard di belakang Alsha dengan ekspresi yang benar-benar bingung, "Hah? bakal jagain lo? maksudnya?" tanyanya tak mengerti sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARSYAD
RomanceAnak tunggal dari keluarga konglomerat. Mahasiswa tampan & pembuat onar dengan segala pesonanya kini terpaksa menerima perjodohan dengan seorang gadis polos dari desa yg baru saja lulus SMA. Apakah Arsyad adalah korban perjodohan selanjutnya setelah...
