"jadi apa yang mau anda omongin ke aku" tanya Shaka setelah menenangkan dan mencerna semua kejadian yang terjadi padanya barusan.
Ditemani oleh Shota sebagai penengah dan Gisell yang hanya ingin mengawasi saja. Soalnya Gisell sudah benar-benar hilang respect sama Tirta, ia mendukung Esok yang menganggap Tirta sebagai orang asing dalam hidupnya.
"kamu dengerin penjelasan ayah ya Shaka? Tolong maafin semua kesalahan ayah karena dulu pernah buat jahat sama kamu dan Esok. Entah otak ayah udah gila atau emang nggak waras, sampai ayah bisa berbuat kayak gitu. ayah sangat menyesal, karena udah menyia nyiakan tugas ayah sebagai orang tua kalian, ayah sangat sadar perbuatan lalaı ayah nggak pantas buat dimaafin, tapi ayah tetep mau minta maaf ke kalian" tulus Tirta menjelaskan semua itu dari lubuk hatinya, ia mulai menceritakan semua hal kepada Shaka.
Entahlah, setelah semakin dewasa Tirta semakin sadar bahwa dirinya sudah gagal dalam segala hal, la gagal menjadi ariak yang baik, gagal menjadi suami, lalu gagal juga menjadi orang tua Yang Tirta bisa hanyalah menghasilkan uang demi kebaikan dirinya sendiri, padahal uang itu juga tidak selalu menjamin hal terbaik yang Tirta paling butuhkan.
Dulu, ia menganggap Lemil tidak becus karena bisa sampai hamil anak Tirta yang tidak pernah Tirta harapkan kehadirannya itu. Tirta hanya butuh sosok istri baik didepan publik, bukan seorang anak sebagai tambahan keluarganya. Jadi, karena Tirta tidak pernah mengharapkan anak, Tirta tidak pernah memperdulikan kehadiran Shaka ataupun Esok. Jika diperlukan saja Tirta akan bersikap baik pada kedua anaknya.
Saat umur Tirta berumur, ia melihat teman sebayanya yang bahagia hidup bersama dengan anak-anaknya. Tidak kesepian seperti dirinya, dan yang lebih penting, tau makna hidup bersama dengan keluarga terkasih dan tersayang yang tidak pernah Tirta rasakan.
la jadi berandai-andai dan berandai andai, jika saja dirinya seperti ini, jika saja dirinya seperti itu. Pasti hidupnya sudah sangat bahagia tanpa kekurangan apapun. la juga jadi tau kalau perbuatannya adalah suatu hal yang sangat bejat dan tidak semestinya, menelantarkan anak seperti itu.
"maafin ayah ya Shaka, Esok. Karena udah jadi orang jahat dalam hidup kalian." katanya yang mampu membuat Shaka meluruh bersamaan dengan tangisan.
"kenapa ayah baru sadar sekarang?? Ayah tau kan udah terlambat banget?? Aku bisa sedikit ngertiin ayah, aku juga bisa sedikit kasih maaf, karena aku juga nggak tau apa yang ayah lalui sampe punya pemikiran dangkal kayak gitu, tapi, buat Esok, aku yakin Esok yang paling sakit disini. Dia nggak bisa maafin ayah sampai kapanpun" luruh Shaka membuat Tirta bertambah menyesal.
"ayah minta maaf ayah tau ini terlambat Tapi ayah nggak mau sia-siain waktu ayah yang tinggal sedikit Seenggaknya ayah udah ketemu sama kalian, ayah tau kabar kalian baik-baik aja. Jadi, ayah nggak bakal mati membawa rasa bersalah, dan nggak akan terlalu buruk dimata kalian juga" ucap Tirta mengelus pucuk Shaka dan memeluk putranya untuk pertama kali. Aahhh, ternyata begini perasaan seorang ayah memeluk anaknya, hangat
"maksud ayah apa?" tanya Shaka bingung dengan ucapan Tirta barusan.
"ini karma ayah, ayah punya penyakit kanker paru paru. Kata dokter tinggal menghitung bulan. Hahaha kamu jangan ngerokok ya Shak biar nggak kayak ayah. Jangan jadi orang jahat juga biar nggak dihukum sama tuhan" nasihat Tirta dengan nada pilu.
Shaka mengepalkan tangannya, hatinya bertambah nyeri dan sakit mendengar penuturan dari 'ayahnya'. Entah senang karena semua hal yang ia doakan bersama Esok terkabul atau sedih karena Shaka melihat penyesalan besar dari mata ayahnya. Shaka tidak bisa jika dihadapkan dengan hal seperti ini, dirinya sangat lemah. Bahkan, jika Lemil datang dan berlutut meminta maaf pada dirinya pasti akan Shaka maafkan. Selemah itu hatinya, berbanding terbalik dengan rasa trauma yang timbul dan membekas di otak juga hatinya.
"menurut lo kita harus bantu apa buat masalah ini?" tanya Gisell sambil menghapus dan menghalau air matanya untuk tidak turun menggunakan tangannya.
"kita bantu buat nenangin. Karena masalah ini harus mereka selesaiin sendiri, tanpa campur tangan kita Gue takutnya, kalau kita ikut campur malah tambah buyar soalnya ini permasalahannya cukup kompleks. Jadi tugas kita sebagai kakak mereka adalah untuk tenangin kalau mereka terlalu berlarut-larut dalam kesedihan dan pemikirannya." Jelas Shota yang memerhatikan kedua orang itu dengan hati-hati.
la tidak mau kalau sampai Shota campur tangan, masalah ini malah meluber dan mencekik si kembar maupun Tirta sekali. Terlebih lagi, Shota disini tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan masalah pribadi si kembar. Jadi tugas Shota dan Giselle disini hanya perlu menjadi sandaran dan pelipur lara bagi kedua bocah remaja itu.
"i can't do it. Baru liat gini aja sedih banget gue, gimana nanti mereka waktu cerita tentang lubuk hatinya. Yang ada gue yang perlu di tenangin" ujar Gisell dengan air mata yang kembali turun.
"it's fine, it's oke to cry lo terbawa suasana Masih ada gue yang bisa nenangin kalian bertiga." Kata Shota sambil mengelus kepala Gisell, membuatnya jadi terharu.
'cari modelan gini kalau bukan Shota siapa lagi coba? Nggak ada men'
Gisell mengirim pesan kepada teman-temannya, jika melihat Esok diperjalanan, dimohon untuk segera memberitahunya agar langsung Gisell dan Shota jemput. Anak satu itu, Gisell dan Shota telpon tidak diangkat sama sekali. Mereka jadi khawatir dibuatnya Apalagi Gisell, dia malah punya pemikiran jelek yang sama sekali tidak boleh kejadian. Kasihan, pasti Esok sedang sedih sendirian tanpa ada yang hibur.
'Cok, pulang kek lo Piscok. Semoga pas gue pulang lo ada dirumah. Sumpah gue khawatir banget! Lo kan anaknya cengengesan mulu, gue nggak expect lo bakal sengamuk itu. Nanti gue top up-in epep lo Cok. Tapi lo harus sehat walafiat, baru gue kasih top up. Liat nohh si Shaka, ingusnya udah kemana-mana gara gara nggak berhenti nangis' batin Gisell merasa sangat sedih dengan kedua adiknya.
Gisell harap, setelah ini adik-adiknya akan mendapat kejutan dari tuhan. Sesuatu yang sangat menyenangkan menggantikan kesedihan hari ini. Gisell harap tuhan masih mau mendengar doa nya, dan tuhan selalu menyertai kedua adiknya dimana pun.
_____________________
Kita aminkan agar doa gisell jadi kenyataan ya guys.
Kasian kan tiga bersaudara itu kalau sedih mulu hidupnya🥺
Akhirnya setelah sekian lama aku update yeeayy‼️
Masih adakah yang nungguin drama kak jijel sama kembar komodo??
Drama ini bakal aku terusin lagi minggu depan, sampai jumpaa😘💋
KAMU SEDANG MEMBACA
Misunderstanding
General FictionMasuk ke dunia novel dan jadi antagonis, sudah biasa. Tapi nyangka nggak si, kalau seorang aeri harus jadi antagonis di novel bl. Ini semua berawal dari karin, sohib absurd aeri yang mendadak gabut bikin novel bl. Entah ke sialan apa yang menimpa ga...
