"AH SIAL GUE BANTING AJA APA YA INI HP?!" kesal Gisell melempar ponselnya pada sofa dan mengacak rambutnya sendiri.
"kenapa si kak?"
"itu anjir, si theo spam pesan mulu! Mana kasih pap sama kabar mulu lagi, gue nggak butuh tau, please! Gue block aja apa ya?" tanya Gisell menatap dua sahabat sekaligus adik kelasnya itu untuk memberi saran.
"janganlah kak, abang ganteng suka sama lo kali kak" kata Willo menaik turunkan alisnya.
"katanya dia tertarik sama gue, gila kali ya baru kenal udah tertarik aja"
Willo berteriak histeris membuat Gisell dan Chena menutup kedua telingannya. Dengan heboh Willo menggoyangkan kakinya kesana kesini dalam posisi tidur, mendengar perkataan Gisell barusan membuat Willo jadi bersemangat.
"terima aja si kak, sumpah orang ganteng gitu mah mubazir di sia-siain" seru Willo sambil merangkul Gisell dan memberikan impresif yang bagus tentang Theo.
"jangan lah, ikutin kata hati kak gigi aja. Kalau lo nggak nyaman langsung cut off aja kak, gue setuju sama lo, cinta pandang pertama mana baru kenal, udah bilang tertarik tuh kayak tai. Nggak ada yang kayak gitu" unjuk suara Chena yang punya trust issue pada semua orang. Pasti ada apa-apa nya dan ada mau nya, percaya deh sama Chena.
"bener si, yang terpenting pilihan lo kak. Kalau lo nggak mau buat gue aja sini" saran Willo membuat Chena dan Gisell menoyor kening nya.
"diemin aja si kak, nanti juga bosen sendiri" lanjut Willo sambil berguling mendekati Chena.
"yang itu salah rumus, coba lo liat lagi" kata Willo menunjuk jawaban geografi milik Chena.
"lo bukannya kesini mau belajar bareng Esok, Che?" tanya Gisell karena datang datang anak itu langsung ke kamar Gisell membawa sahabatnya.
"Esok katanya lagi main bareng tongkrongannya. Nggak jelas adek lo sumpah kak, padahal dia yang minta belajar bareng, tapi dia sendiri yang pergi! Mana pas gue udah sampe depan rumah lo dia baru bilang, biar aja kalau ketemu gue hajar dia" kesal Chena mengepalkan tangannya dan memukuli bantal dengan brutal.
Tau gitu tadi mending Chena lanjut maraton nonton drachin sama drakor aja. Esok Yasha memang menguji kesabaran Chena akhir akhir ini.
"gapapa udah Che, kan jadi enak lo jadi udah ngerjain. Nanti kalau ada yang nggak bisa tanya aja gue sama Willo" kata Gisell sambil mengelus pundak Chena.
Tok Tok
"kak nih buat lo" Shaka menyerahkan sekantung plastik makanan pada Gisell.
"apa ini? Tumbenan banget lo dawni, tapi thanks yaa" senang Gisell mengacak rambut Shaka.
"wil, gue boleh nanya?" pinta Shaka membuat Willo mengangguk.
"gue kurang paham sama pelajaran matematika hari ini, boleh minta dijelasin lagi nggak?"
"eh, emang mtk ada pr?? Kok kelas gue nggak ada si" panik Chena melihat list pekerjaan rumahnya. Benar kok tidak ada, atau kelasnya tidak ada pr ya?
"si Shaka Cuma minta jelasin Che, bukan ada pr" beritahu Gisell membuat Chena bernafas lega. la agak pusing dikarenakan pr membludak yang diberikan oleh para guru, entah kapan akan selesai pr yang banyak itu.
"boleh banget, tanyain aja yang lo kurang paham" kata Willo sambil mengacungkan dua jari nya.
"hidup orang pinter emang gitu ya, gue eneg banget kalau udah urusan hitung-hitungan" geleng-geleng Gisell yang trauma dengan rumus dan angka.
"seru tau hitung-hitung gitu. Gue kalau gabut sama ilangin stress ngerjain soal matematika tuh" seru Willo yang sudah kecintaan dan bersahabat dengan hitung-hitungan. Apalagi hitung uang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Misunderstanding
Ficción GeneralMasuk ke dunia novel dan jadi antagonis, sudah biasa. Tapi nyangka nggak si, kalau seorang aeri harus jadi antagonis di novel bl. Ini semua berawal dari karin, sohib absurd aeri yang mendadak gabut bikin novel bl. Entah ke sialan apa yang menimpa ga...
