"lo kenapa Gi?" tanya Ojin memperhatikan Gisell senyum-senyum sendiri menatap kosong ke depan.
"mungkin dia lagi kasmaran, sama siapa tuhh cowo yang sering bareng dia?" tanya sandrina menatap Ojin.
"Shota. Gue bukan senyum-senyum karena itu" jawab Gisell membuat kedua nya menatap tidak percaya.
"terus karena apa?"
"kepo lo berdua"
Sebenarnya Gisell lagi kepikiran tawaran dari ayahnya itu, dia jadi berangan-angan akan melakukan ini itu bersama-sama. Gisell merasa dirinya memang gila. Padahal ia termasuk jajaran anak yang diacuhkan dan terkadang mendapat perlakuan tidak adil.
Tapi sekali diberi perhatian seperti ini saja sudah membuat perasaannya senang. Kalau kalian masih ingat waktu itu Gisell diberi hadiah oleh Tian, itu adalah liontin berbentuk kunci. Sampai saat ini Gisell masih memakainya karena senang mengingat Tian memberikan itu sambil tersenyum ke arahnya.
"yaelah Gi, kalau suka tuh bilang jangan prenjon mulu! Nanti keburu Shota nya diambil yang laen" kata Ojin sambil menyikut lengan Gisell membuat sang empu mendengus.
"kayak lo yaa Jin? Hts sama Rei sampe anaknya pacaran sama Bisma" sindir Gisell tepat menusuk hati mungil Ojin.
"jangan lo ingetin dong Gi, anaknya masih gamon soalnya" ledek Sandrina langsung mentertawakan Ojin bersama Gisell.
"lo ikut reuni nggak Gi?" tanya Ojin yang masih memegang dadanya.
"ikut dong"
"Jin, Gi, kenalin gue lah ke temen lo yang cakep" pinta Sandrina menaik turunkan alisnya.
"ganjen banget lo bocah" dengus Ojin menatap Sandrina jijik.
"biarin, gue udah cape jadi jomblo"
"lo baru jadi jomblo dua minggu yaa! Noh emang si onoh, jomblo dari lahir" sindir Ojin menendang kaki Gisell dari bawah meja.
"biarlah, ngurus banget lo" malas Gisell memutar bola matanya.
"tau ngurus banget lo Jin. Gisell mah jomblo masih ada gandengannya, si Shopa. Lah elu?" ledek Sandrina lagi-lagi membuat Ojin berdecih.
"Shota yang bener, bukan Shopa" ralat Ojin sambil menyikut lengan Sandrina.
"kita libur akhir tahun tanggal berapa si? Gue udah pengen buru-buru meliburkan diri" tanya Gisell membuat Sandrina mengecek kalender pada ponselnya.
"tanggal 24 Gi. Gue juga pengen meliburkan diri, udah cape banget kuliah" balas Sandrina sambil meletakan kepalanya pada meja.
"kita demo yok, minta liburnya dipercepat dan diperpanjang" gurau Ojin membuat kaduanya setuju sambil tertawa.
°°°°°
"lo berdua kenapa lagi hah?" tanya Willo menatap si kembar bingung, pasalnya keduanya mengaduk-ngaduk mangkuk berisi mie ayam sambil menghela nafas berat.
"biarin aja selagi nggak ngeganggu warga" kata Chena menyuruh Willo untuk tidak menggubris keduanya dan melanjutkan makannya.
"Che lo tau nggak si kalau ada grup reuni dari smp kita?" tanya Willo membuat Chena menggeleng.
"bagus deh kalau lo nggak tau, semoga aja nggak ada yang tau nomor lo ya Che" kata Willo membuat Chena penasaran.
"kenapa emangnya?"
"ngeselin parah! Gue sempet cekcok sama si busuk Che! Gue keluar grup dimasukin berkali-kali sama dia, muak banget gue! Sampe gue bisuin grup reuni itu" kesal Willo mengingat amarahnya memuncak kemarin waktu dirinya diajak ribut masalah lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Misunderstanding
Ficção GeralMasuk ke dunia novel dan jadi antagonis, sudah biasa. Tapi nyangka nggak si, kalau seorang aeri harus jadi antagonis di novel bl. Ini semua berawal dari karin, sohib absurd aeri yang mendadak gabut bikin novel bl. Entah ke sialan apa yang menimpa ga...
