"kue dari mana nihh?" tanya Gisell melihat kotak kue berukuran sedang pada lemari pendingin.
"kue gue dari bunda nya Willo" jawab Shaka yang masih sibuk bermain game pada ponselnya.
"abis ngapain lo emang?" tanya Esok menatap Shaka meledek.
"belajar"
"gimana belajarnya tadi?" tanya Gisell duduk pada meja makan dan menatap Shaka penasaran.
"yaa kayak biasanya aja. Tapi jawaban gue lumayan banyak salahnya" beritahu Shaka membuat Esok tiba-tiba mengelus rambut Shaka dengan penuh kasih sayang.
"gapapa Shak, namanya juga belajar. Emang salah berapa? Sepuluh? Lima belas?" tanya Esok yang masih mengelus rambut Shaka.
"salah empat"
Plak.
Shaka mengelus kepalanya yang diteplak oleh Esok, ia menatap Esok sinis lalu meredam amarahnya dan melanjutkan permainannya pada ponsel.
"sedikit itu oon" kesal Esok membuat gestur ingin memukul kembarannya itu.
"banyak kalau dibandingin sama Willo yang nggak ada salah sama sekali" balas Shaka membuat Esok menggelengkan kepalanya.
"lo belajar aja yang bener, besok senin uas" omel Shaka membuat Esok mendengus.
"oiya dikit lagi uas ya! Belajar Sok yang bener biar nilainya tinggi, nanti gue kasih hadiah kalau dapet peringkat dikelas" seru Gisell membuat Esok langsung menjadi semangat, baiklah malam ini ia akan belajar dengan semangat yang membara.
.
.
.
"Shak kasih tips dong cara menjadi pintar dengan cepat dan gampang" pinta Esok menjatuhkan kepalanya pada meja.
"caranya yaa belajar. Lo baca-baca aja materinya kalau udah dibaca lo coba catet seinget lo, gue gitu si kalau belajar. Emang lo gimana?" tanya Shaka yang mata dan tangannya fokus pada ponsel.
"gue pake sistem kebut semalem Shak. Gue baca ulang-ulang malemnya, terus paginya ujian" beritahu Esok membuat Shaka mencebikkan mulutnya dan melempar bantal pada wajah Esok.
"lo belajar pake cara gue cepet, kalau nilai lo bagus gue juga bakal nurutin keinginan lo" kata Shaka membuat Esok berseru senang.
"bener yaa lo Shak, kalau nilai gue bagus beliin gue ps yang kemarin kita liat dimall" pinta Esok membuat Shaka menatap Esok dengan jengkel.
"lo jangan kek anjing dahh Sok, duit dari mana gue beli itu" kesal Shaka setelah melempar bantal dan tepat mengenai kepala Esok.
"katanya bakal beliin gue hadiah"
"tapi tau diri juga" kesal Shaka membuat Esok cengengesan.
°°°°°
"lo jadwal uasnya banyak nggak Sho?" tanya Gisell membuat Shota menggeleng.
"gue banyak praktek sama project kelompok buat pengganti uas, lo sama?" tanya Shota sambil melihat ponsel milik Gisell.
"lumayan lahh, mending project kelompok nggak sii??" tanya Gisell yang lelah jika harus praktek karena menyiapkan semuanya sendiri.
"ada enak nggak enaknya. Enak kalau kompak, nggak enak kalau semuanya Cuma beban. Cape dikita dan mereka nitip nilai" kata Shota dan disetujui oleh Gisell.
"gue cape ish kuliah, mau nikah aja" celetuk Gisell membuat Shota terkejut.
"mulut, kalau beneran dinikahin sama om Tian gimana Jel?" tanya Shota membuat Gisell memberi gestur tidak dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Misunderstanding
General FictionMasuk ke dunia novel dan jadi antagonis, sudah biasa. Tapi nyangka nggak si, kalau seorang aeri harus jadi antagonis di novel bl. Ini semua berawal dari karin, sohib absurd aeri yang mendadak gabut bikin novel bl. Entah ke sialan apa yang menimpa ga...
