Knowing yourself

115 10 2
                                        

Esok berlari menulusuri koridor sekolah, ia berlari dengan tergesa-gesa. Nafasnya memburu, saat sudah sampai pada tempat tujuan, Esok membanting pintu dengan wajah mengernyit menatap satu orang yang sedang haha hihi. Esok menarik kerah baju Shaka sampai empunya terjengit terkejut.

"anjing, kenapa woy?" panik Leo yang sedang mengobrol dengan Shaka tiba-tiba ditimpa kejadian seperti ini.

"lo, lo tega Shak!" teriak Esok pada wajah Shaka.

"kenapa itu?" ricuh-ricuh anak kelas menatap dua saudara kembar tidak identik itu penasaran.

"kenapa lo nggak bilang kalau lo ikut olimpiade!! gue kecewa banget sumpah, sakit hati! Ternyata lo udah nggak anggep gue lagi! oke fine! Gue ngerti, ngerti banget sumpah. Lo udah nggak sayang gue lagi, jujur gue sedih bangeet, gue kayak nggak nyangka. Harusny lo ngasih tau gue Shak, sebagai abang satu-satunya lo. Cukup tau, gue kira hubungan kita spesial" oceh Esok dramatis sambil mengelap air mata buaya nya.

"muncrat goblog!" kesal Shaka menempeleng kepala Esok, demi apapun kembarannya ini kalau tidak berdrama sehari pasti akan mati. Ada saja setiap hari yang dibuat lebay bin alay.

"gue udah kasih tau lo beberapa hari yang lalu asal lo tau

"kapan?" tanya Esok yang merasa tidak pernah mendengar berita hot abad ini.

"malem pas gue lagi ngajarin lo bahasa inggris" beritahu Shaka sambil memicingkan matanya, jangan-jangan waktu Shaka beritahu kesadaran Esok tidak ada lagi. makanya waktu itu Esok seperti orang ayan yang bertepuk tangan heboh tampang planga-plongo.

"gue ketiduran itu coy! Pantes aja ck ck ck" geleng-geleng Esok lalu tersenyum manis menatap Shaka.

Shaka mengepalkan tangannya sambil menyungging senyum yang tak kalah manis dari Esol Jadi panjang kali lebar Shaka mengajarkan Esok, saudara nya itu malah tertidur. Padahal Esok yang merengek untuk mint diajarkan, karena tidak paham-paham padahal materinya mudah menurut Shaka.

"eh, hisyam nyariin gue! Katanya mau tanding basket sama bu aini, dadah Shaka! I love you brother!" Esok kabur sebelum Shaka melayangkan pukulannya itu.

"lah, bukannya bu aini lagi sakit ya?" bingung Leo

"biarin aja, emang oon anaknya"

"oy bambu! Ayo cepet, udah ditungguin. Lo pasti nggak buka dm gue kan?" panggil Willo menyembulkan wajahnya pada jendela kelas. Padahal Willo sudah dm Shaka agar anak itu cepat cepat datang ke ruang latihan, tapi anaknya malah sibuk mengobrol.

"yeu kocak, lo masih dm-an sama si Willo? Kan chattingan lewat wa bisa" heran Leo menatap Shaka aneh.

"bawel, ijinin gue nanti"

"si anjir, iye"

"ya begitulah Che, pasti si arsen tolol itu bakal spam gue lagi. harusnya lo tikam dia aja pas dia tidur, jleb, anjaayy!! Nanti kita jadiin mayatnya tumbal" saran Willo sambil tersenyum jahat membuat Chena tertawa sambil geleng-geleng kepala.

"boleh anjir! Tapi lo harus bantuin gue biar nggak ada yang tau" balas Chena.

"pembunuhan berencana, serem banget ngeri Shaka sambil menyandarkan tangannya pada kapala Willo

"ganggu lo" kesal Willo mendorong Shaka untung menjauh.

"Shaka udah dateng, gue balik kelas ya takut guru nya dah dateng. Semangat kalian berdua!" pamit Chena berlari menuju kelasnya.

"lo mau bunuh siapa? Abang gila nya si siscom ya?"

"kepo" sinis Willo berjalan mendahului Shaka.

'dih, songong juga lo cil'


MisunderstandingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang