Hujan menatapku pada
jarak yang tipis
Memelukku pada segala yang pedih
Yang termangu pada tetes-tetes air, yang bergerak lambat ke sisi timur
Kaca yang membelah aku,
Melambai lembut pada laki-laki yang kini menggelayuti murung
Di luar sana,
Pepohonan menunduk berat
cahaya memantul pada semburat gelap yang menguar pada sisa celotehan batu-batu
Suara yang begitu lirih, tertekuk pada mata yang mengambang jauh
Laki-laki kecil meringkuk pada sela-sela jemari
Berkata lirih pada jantungnya yang masih tersisa
Di sana
Ujung dunia pada yang tak lagi mungkin
