Tanpamu, aku mendadak mati
Tak ada lagi kenikmatan
Rasa sedih menggelayut sepanjang hari
Tak ada kata kembali untukku, ujarmu
Tak ada yang kedua kali, katamu
Lalu kamu pergi
Meninggalkanku dalam dingin
Cemas yang merusak tidur
dan sebelah mataku yang terasa enggan terbuka
Laki-laki ini terlalu mencintaimu
Memberikan seluruh hidupnya dalam cengkram jemarimu
Setelah kau tak ada, segalanya menjadi hening
Tak ada lagi masa depan untukku
Yang tersisa hanya rasa yang
berserak patah
Tak ada lagi kehidupan
Tak juga senyuman dan segala kemungkinan-kemungkinannya
Aku mencintaimu
Seperti tubuh yang tak lagi mampu menampung udara dan darahku sendiri
