Enam lampu yang
mengambang ringkih
Tiga di sisi barat
Hujan yang menggeliat di permukaan kasar di luar sana
Mataku dengan sekilas waktu yang mungkin,
kini berlalu
Duniaku kini hanyalah sisa masa lalu
Tak ada yang bertumbuh
Jejak kaki pun tak memiliki waktunya sendiri
Laki-laki yang sudah telah lama tak tertarik,
Apakah kehidupan lebih menipu daripada ketiadaan
Bayang-bayang orang yang lewat
Hembusan napas yang berat dan penuh teriakan dingin
Tertegun diam pada hembusan kulit
Juga, pada geram bibir yang tak lagi sama
Cemas itu, mencekikku setiap hari
Layaknya kekasih yang enggan bercerita
Apalagi tertawa dan saling melempar khayal
Igauan dan mungkin segenggam air yang tak mungkin ada di gelas yang telah kosong
Saat orang-orang sibuk tertawa
Aku menatap pada kekosonganku
Terlalu dalam
Lebih dalam
Kian dalam
Menukik dalam
Ah, mungkin, hidup tak lebih lelucon dari yang enggan dan tapak kecil dari ketidakberartian
Pada waktu yang entah,
Seorang laki-laki tak ingin lagi bercerita
Lelah bercerita
Enggan bercerita
Tak ingin bercerita
Tak tahu lagi bagaimana memamah cerita
Di ujung tatapannya yang mulai menyipit
Terdapat masa depan dan kini yang terlalu sakit diteruskan
Terlalu tak menarik diteruskan
Di saat semacam itulah
Kematian datang membawa kabar yang penuh kasih
Pada diri yang mulai lenyap
Pada hati yang berakhir lelap
