38. Kejadian Itu

362 37 3
                                        

Hallo...

Saya rasa perlu meluruskan sesuatu, meski sebenarnya itu tidak perlu... Entahlah.

Saya suka sekali pada para pembaca sekalian. Selama ini saya tidak keberatan atas komentar apapun yg saya terima, meski terkadang berbau kasar dan tidak sopan sekalipun.

Tapi, dlm berkomentar ada rana dimana saya tidak suka pembaca yg melewati batas.

Kalian saya persilahkan untuk berkomentar apapun pada isi cerita... Tapi, tidak dg pribadi saya.

Saya bukan penggemar SasuSaku ataupun SasuHina dll.

Saya ini penulis yg suka dg karakter ciptaan Masashi Kishimoto.

Saya tidak harus menipu pembaca hanya karna ingin cerita saya di baca. Setiap org bebas memilih utk tdk membaca.

Keterlaluan rasanya menilai saya sejauh itu dg anggapan 'agar cerita saya naik, saya menggunakan SSL'.

Bertahun-tahun yg lalu saya pernah membuat cerita berfokus pada karakter ciptaan MK. Dan alhamdulillah menerima sambutan baik tentu saja. Tapi berbeda dg dulu, kali ini saya memakai SasuSaku sbg PU. Bukan NaruHina seperti biasa.

Saya tidak menyangka akan adanya asumsi seperti itu pada cerita kali ini.

Saya pun sejak awal cerita dibuat. Tidak meletakkan kondisi SasuHina dlm love line. Meski mungkin Love line antara SasuSaku terasa kurang memuaskan bagi kalian.

Jd mohon kerja sama untuk tidak berasumsi bahwa saya ini shipper nya apa.

Karena jika kalian melihat cerita saya yang lain. Kalian akan tahu. Bahwa SasuSaku bagi saya, bisa dipasangkan dg siapa saja. Selagi saya memiliki ide cerita.

Pilihan kalian hanya mau atau tidak utk membacanya.

Terimakasih.

Oh ya. Maaf sebelumnya. Sama sekali tidak ada rasa jengkel dan tersinggung. Hanya saja saya merasa perlu untuk memberitahukan ini pada para pembaca sekalian.

Meski cerita saya ini mungkin membuat kalian jengkel dsb.
Saya harap kalian tetap menantikan endingnya.

***

Khusina mengerutkan alis dalam. Ia hampiri sosok cantik di  depannya. Tubuh wanita itu berjenggit kaget. Menandakan ketidak-fokusan.

Emerald menatapnya keheranan. Ia pun sama.

Bertahun-tahun ia mengenal Sakura Haruno. Meski tak akrab layaknya calon menantu-mertua. Khusina jelas bisa melihat perubahan dalam diri wanita yang akan segera menjadi bagian keluarganya itu.

"Apa yang mengganggu pikiranmu?" Tanya Khusina tegas.

Hari pernikahan akan berlangsung dalam waktu dua minggu.

Dan yang ia lihat dari sosok Naruto dan Sakura sungguh kebalikan dari rasa bahagia.

Kemana pasangan yang menggebu-gebu itu pergi.

Dan sejak kapan...

"Apa yang kau tanyakan Khusina-san?"

Khusina terdiam sejenak mendengar pertanyaan balik dari Sakura.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang