Preview Chapter Ending 2

72 10 0
                                        

"Sa...Suke..." lirih Mikoto dengan wajah cemas yang sungguh kentara.

Sakura menatap Mikoto dengan wajah bersalah. Wajah mulus itu di penuhi luka dan juga noda darah.

"Go...Go...men..." ucap Sakura terbata, mengusap liquid bening yang mulai jatuh dengan derasnya.

Mikoto menangis, menatap ruang operasi yang masih menyala.

"Ini...Salahku...Hiks... Sasuke...Dia berusaha menyelamatkanku..." isak Sakura pecah.

Mikoto merengkuh tubuh wanita yang menunduk sedih di hadapannya. Ia menepuk punggung Sakura dengan lembut.

Perlakuan lembut Mikoto membuat Sakura makin terisak. Rasa bersalah makin menggelayutinya.

"Maafkan aku, Mikoto-baasan" bisik Sakura di iringi tangis.

Mikoto memejamkan matanya erat.
"Daijoubu... Sasuke... Dia akan baik-baik saja" bisik Mikoto lirih.

***

"Aku mencintaimu"

Tes

Liquid bening itu jatuh menetesi lengan Naruto. Membuat pelukan pria itu makin erat.

"Berjanjilah padaku... Kau akan kembali" bisik Naruto lembut dengan suara bergetar.

Hinata diam bergeming.

"Hinata..." seru Naruto frustasi.

Hinata menggigit kuat bagian dalam pipinya.
Ia tak bisa mengatakan apapun. Bila ia membuka mulutnya, semuanya akan runtuh dan sia-sia.

Bahu Naruto bergetar. Matanya berkaca dengan hebat. Suaranya bergetar dengan serak.

"Kau sungguh wanita yang kejam" bisik Naruto lemah.

***

Jemari lentik Sakura meraih jemari Sasuke. Menggenggamnya dengan lembut. Meski telah menguatkan diri, air mata nya tetap saja luruh.

Ia usap dengan cepat.

""Kenapa kau belum sadar?" bisik Sakura dengan suara parau.

"Sasu..." seru Sakura sembari menggigit bibir kuat. " Maaf...Maafkan aku" lirih Sakura menempelkan keningnya pada tangan Sasuke yang ia genggam.

"Apa yang harus kulakukan... Agar kau segera membuka matamu" bisik Sakura menahan tangis.

"Kumohon... Bangunlah" pintanya memohon. "Aku janji... Aku berjanji akan lebih jujur pada diriku sendiri. Aku berjanji akan bersikap lebih baik padamu... Hiks Sasu..." bisik Sakura lemah.

***

"Kenapa harus kau...?"

Sakura menaikkan alis tak mengerti.

Sara menatap Sakura tajam. Seolah hukuman dari pengadilan barusan bukanlah apa-apa baginya.

"Dari sekian banyak gadis yang mengelilinginya... Kenapa harus kau yang disukai Sasuke?" cecar Sara tak habis pikir.

Sakura mendengus. Lengannya ia lipat di dada.
"Lalu, haruskah itu kau" sindirnya muak.

Ia sungguh tak ingin bicara pada Sara.

***

"Aku tidak pernah benar-benar meminta maaf padamu" potong Hinata cepat. Iamenjioat bibirnya yang kering. "Sakura Haruno, kau tidak harus memaafkan semua dosa ku padamu, pada kalian... Tapi, terimalah ungkapan terimakasihku. Karena telah menyelamatkan putriku" bisik Hinata dengan nafas tercekat.

Amethyst itu berair dan meneteskan liquid bening.
"Padamu dan Sasuke... Aku sungguh tidak pantas menerima kebaikan kalian"

Sakura yang sedikit tegang itu perlahan rileks. Ia menatap wajah Hinata. Jika dipikir baru kali ini ia memperhatikan raut Hinata.

Seperti wajahnya yang jelas terlihat lelah. Hinata pun sama.
Ia lantas bangkit berdiri.

"Aku mungkin bisa memaafkan mu" balas Sakura dengan mata berkaca. " Tapi, ingatan buruk akan selalu ada. Dia bagai tanda yang tidak akan hilang begitu saja, meski aku menghapusnya". Ungkap Sakura dengan senyum getir.

Hinata meringkuk dalam. Ia sudah menyiapkan hati. Terlalu muluk bila Sakura tak menyimpan sakit atas perbuatannya di masa lalu.

"Namun... Hinata..." tambah Sakura dengan senyum percaya diri di wajahnya. Membuat Hinata mendongak. " Tidak semua orang akan mengkhianati temannya dan semua orang mungkin pernah berbuat jahat, dan tidak sedikit pula yang menyesalinya. Kita hanya butuh waktu untuk memaafkan" tuntas Sakura sambil berlalu pergi tanpa menoleh sedikit pun.

***

"Kupikir kau akan memelukku dengan erat dan mengatakan 'aku mencintaimu'" ujar Sasuke dengan wajah kecewa yang dibuat-buat.

Sakura menatap sinis pria yang terlihat masih pucat itu.
"Bisa bercanda seperti itu. Sepertinya kau sudah sembuh total" balas Sakura dengan alis terangkat.

Sasuke tersenyum simpul.
"Mana mungkin aku membiarkan kau tersiksa menahan rindu lebih lama"

Sakura sungguh ingin muntah.
Gaya bercanda Sasuke naik level setelah koma.

Sakura hembuskan nafas kasar.
"Selagi berlari kemari... Sempat terlintas di pikiranku bahwa kau..."

"Akan mati" tebak Sasuke santai dan cepat.

Sakura membuang muka dengan mata berair. Ia meremas kedua jemarinya erat.

"Kupikir juga begitu" lanjut Sasuke dengan pandangan jauh sekali. "Tapi aku tak bisa..." tambahnya menatap lekat Sakura.

Sakura merasakan jantungnya berdentum kencang.
"Aku tak bisa meninggalkanmu dengan cara seperti itu"

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang