Sasuke terpaku menatap layar ponselnya. Ia memijit tulang hidungnya.
Gaara mengerling atas sikap tak biasa Sasuke.
"Apa terjadi sesuatu?"
Sasuke menegakkan punggungnya rileks.
"Tidak" balasnya pendek.
Gaara mengangguk.
Shikamaru tiba dengan raut serius. Menyerahkan lembaran kertas yang berisi daftar panjang.
"Ini sedikit mengejutkan untukku" ujar Shikamaru. "Tapi, Sasuke untuk apa kau membeli mobil sport" tanya Shikamaru heran.
"Apa maksudmu?" Tanya balik Sasuke.
Shikamaru menunjuk kertas yang ia letakkan di meja.
"Kau membeli mobil yang jelas-jelas sudah kau miliki" ungkapnya heran. "Bukan hanya satu, tapi tiga mobil" tambah Shikamaru syok.
Sasuke meraih cepat kertas di hadapannya. Sementara Gaara melongo kaget.
Sasuke itu kaya. Semua orang tahu itu. Tapi, bukan tipikal pria yang hobi pamer kekayaan.
Gaara melirik Shikamaru yang juga menatapnya. Mereka beralih pada Sasuke yang memijit lembut pelipisnya sembari bergumam tak jelas.
***
Sekembalinya dari Uchiha Corp, Sasuke langsung kerumah utama. Tubuhnya cukup lelah dengan banyaknya pekerjaan, Momoshiki yang kembali muncul, serta ulah Sakura yang terlihat jelas mengerjai dirinya.
Begitu sampai ia di sambut pelayan yang menyampaikan pesan bahwa ia telah di tunggu di ruang makan keluarga. Tentu saja, itu membuat dahi Sasuke berkerut dalam.
Ia baru saja menduduki kursi, saat sang Ayah mengatakan sesuatu yang tak Sasuke sangka.
"Ayah senang kau memiliki ketertarikan pada kegiatan amal"
Fugaku menatap Sasuke lurus. Sasuke sendiri nampak bingung. Ia tatap semua orang yang berada di meja makan, kecuali Konan. Tak biasanya kekasih Itachi itu tak hadir.
Meski yang ia dengar beberapa waktu lalu, Itachi dan Konan sedikit cekcok.
"Apa yang Ayah bicarakan?" Balas Sasuke sembari mengiris steak di piringnya.
Fugaku mendengus kecil.
"Anak buah Ayah mengatakan jika kau telah menyumbangkan cukup banyak uang pada beberapa panti asuhan yang tidak terlalu terkenal di beberapa tempat di Konoha"
Gerakan mengiris Sasuke terhenti. Begitupun tatapan heran yang ia terima dari sang kakak. Ibunya jangan di tanya, wanita itu menatap takjub Sasuke.
Sasuke terbatuk kecil sembari menyembunyikan senyum di sudut bibirnya.
Sakura Haruno...
Hanya nama wanita itu terlintas di benaknya.
Ciri khas Sakura yang baik hati, gumam Sasuke geli. Meski wanita itu menggunakan uangnya untuk berfoya-foya.
Walau begitu, Sasuke tak keberatan atas tingkah Sakura. Ia sempat berpikir bila Sakura sama sekali tak akan memakai uangnya.
"Tapi, Sasu... Bukankah kita memiliki badan amal tersendiri, mengapa repot-repot mencari tempat lain" tanya Itachi penasaran.
Sasuke berdehem ringan.
"Panti Asuhan yang setiap bulan Ibu kelola dan kita sumbangkan uang itu jelas merupakan tempat yang tidak terlantar lagi, berbeda jauh dengan yang disumbangkan kali ini"
Mikoto terpana tentu saja, tak menyangka Sasuke akan berkata begitu.
Fugaku mengangguk setuju.
"Mulai sekarang Uchiha akan lebih memperhatikan Panti Asuhan kecil di berbagai tempat" putusnya cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasiSinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
