55. EMPATI

99 10 2
                                        

Sara tertawa renyah, menatap Hinata dengan senyuman penuh cemooh.

"Apa kau akan mengatakan bila semua itu adalah kesalahanku dan kau telah di tipu"

Hinata menatap datar wajah Sara.
"Tidak...Apa yang kulakukan di masa lalu, jelas karena kebodohanku. Tak ada hubungannya denganmu" bantah Hinata yang membuat Sara tercengang.

Jawaban Hinata bahkan lebih membuat Sara marah.
"Kau pasti sungguh berpikir bila perbuatanmu bisa dimaafkan" cibir Sara dengan senyum menghina.

Hinata mendengus.
"Aku tidak perlu dimaafkan untuk semua yang kulakukan. Aku akan menebus semuanya dengan caraku sendiri" tandas Hinata.

" Namun sekarang, aku membutuhkanmu untuk menggagalkan rencana Momoshiki untuk meledakkan gedung itu" desis Hinata dengan tatapan berkilat tajam.

"Bermimpi sajalah Hinata... Aku tidak sudi membantumu" balas Sara dengan keangkuhan yang membuat Gaara dan Naruto menatapnya panas.

Hinata menyeringai.
"Well... Aku tak butuh izinmu"

***

Kiba membantu Ino memasuki mobil. Ia mengusap wajah Ino yang tertidur lelap. Bersyukur dengan bantuan Gaara, mereka bisa keluar dari gedung itu.

Kiba menatap area itu, merasa cemas karena tidak ada kehadiran yang lainnya.
Netra nya menyipit saat mobil polisi dan beserta mobil medis tiba.

Sosok Toneri muncul di antara orang-orang itu. Di ikuti suara kencang helikopter dengan lambang Uchiha.

Kiba menarik nafas lega sembari meminta tim medis segera memeriksa istrinya.

***
Shikamaru yang tiba lebih dahulu menoleh akan kehadiran Sasuke dan Sakura yang berlari dengan cepat ke arah mereka.

Helikopter milik Uchiha pun tiba.

"Segeralah naik" pekik Sasuke yang menggenggam tangan Sakura dengan erat.

Sakura segera membantu Shikamaru menaikkan Suki setibanya disana.
"Ayo, Suki-chan" ucap Sakura tergesa dengan raut panik.

Dorr

Ting

Keempatnya menatap horor Momoshiki yang menodongkan pistol ke arah mereka.
Sasuke dengan sigap menarik meja usang untuk menutupi tubuh Sakura.

Sakura yang mengangkat tubuh Suki terpaksa berlindung bersama anak itu di balik meja yang Sasuke tempatkan.

Sementara Shikamaru melemparkan tembakan guna membantu Sasuke melindungi diri di balik kontainer.

Sakura bersyukur meja besi itu mampu melindungi tubuhnya meski sedikit sempit. Sakura melirik Suki yang tubuhnya bergetar takut.

Anak yang sungguh mirip dengan Hinata itu memeluk erat tubuh Sakura. Sakura terenyuh, mengusap punggung Suki untuk lebih tenang.

Mereka aman untuk saat ini.

Meski sangat di sayangkan, helikopter terpaksa menjauh karena terus di tembaki oleh anak buah Momoshiki.

Sakura berdecak kesal. Musuh mereka memiliki banyak persediaan senjata.
Sakura hendak meraih pistol yang ia selipkan di pinggangnya, namun nihil. Benda itu tak ada di sana.

Emerald Sakura bergulir panik.

Menatap cemas pada Sasuke yang mengumpat kehabisan peluru. Sakura melirik Shikamaru yang berusaha melumpuhkan musuh mereka yang mulai bergerak maju. Berlindung di balik banyaknya kontainer di atap gedung ini.

"Dok...ter"

Sakura menoleh cepat pada Suki yang menunjuk jarinya ke arah samping kanan mereka.

Ternyata disanalah pistol Sakura terjatuh.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang