Mikoto menatap Itachi dan Fugaku yang terus mencoba menghubungi Sasuke di tengah kekacauan yang terjadi.
Menurut informasi yang mereka terima dari Shikamaru, beberapa cabang perusahaan mereka yang berada di Konoha telah di ledakan.
Tak hanya itu, lima perusahaan besar di konoha mengalami kejadian yang sama di waktu yang sama.
Uchiha, Nara, Sabaku, Uzumaki dan Hyuuga.
Pemerintahan Konoha menduga ini perbuatan teroris.
Tapi dugaan Shikamaru, ini adalah perbuatan satu orang dengan skala kerugian yang besar bagi lawannya. Dalam hal ini, mereka.
Shikamaru mengantisipasi serangan susulan. Meminta mereka untuk waspada, sementara pria berambut nanas itu mencari keberadaan Sasuke.
Mikoto berharap Sasuke baik-baik saja di luar sana. Mengingat mereka belum mengetahui siapa dalang di balik serangan ini.
***
Sakura yang tertunduk lesu dengan wajah basah itu menatap ponselnya yang berkedip entah sejak kapan.
Ia bangkit dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Layar ponsel itu menggelap.
Dengan lihai jari nya menggulir lcd. Begitu banyak panggilan telepon dari Kiba, suami sahabatnya.
Kening Sakura berkerut dalam. Tak biasanya Kiba meneleponnya sesering ini.
Deg
Ino...
"Apa ini sudah waktunya Ino melahirkan?" gumam Sakura lirih. Ia usap wajahnya, hendak menelepon Kiba.
Drrttt
Drrtt
Sakura berkedip saat nomor asing tertera di layar ponselnya.
" Ne... Haruno disini"
"Sakura..."
Emerald Sakura membola.
***
Gaara mengelus surai Shion.
Perlahan manik violet indah milik istrinya itu muncul.
Gaara menggenggam jemari dingin Shion.
"Gaa...Ra" lirih Shion lemah.
Tubuhnya terasa sakit semua.
Violet itu nanar menatap Gaara. Ia mengelus perutnya yang tak lagi membuncit.
Menatap Gaara meminta kepastian. Namun, tatapan dan senyum getir Gaara mampu membawa isak tangis kesedihan pada diri Shion.
Gaara memeluk erat istrinya itu. Membiarkan wanita itu menangis kencang di dadanya.
Setetes air mata jatuh menelusuri pipi Gaara.
Hatinya sama pedihnya dengan Shion. Begitu sakit merasakan kehilangan buah hati mereka.
Gaara mengecup puncak kepala Shion. Berharap istrinya itu dapat menerima kenyataan bahwa anak yang mereka tunggu telah tiada.
"Bertahanlah...masih ada Kiyo yang mengharapkan kesembuhanmu" bisik Gaara memohon.
"Hiks... Gaara" isak Shion mengencang.
Meski mereka memiliki Kiyo tapi tetap saja kehilangan darah dagingnya bukanlah hal kecil mencengkeram pakaian depan Gaara.
Mereka saling menyalurkan kepedihan karena kehilangan anak.
"Maafkan aku..." bisik Gaara dalam. Shion yang terisak makin dalam membuat hati Gaara nyeri. "Aku telah gagal menjagamu dan calon anak kita" tambah Gaara perih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasiSinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
