Sasuke baru saja memasuki kediaman Uchiha saat lampu menyala terang seketika menyerangnya.
"Kau tahu ini jam berapa?"
Pertanyaan retoris dari sang Nyonya Uchiha.
Sasuke menyeringai kecil.
"Ibu tahu, aku sudah dewasa" kilahnya santai.
Mikoto mendengus tajam.
Ia menatap asing penampilan kacau Sasuke dengan kemeja putih berantakan dan sedikit noda. Ah, tidak sedikit sepertinya.
"Kau tidak melakukan sesuatu yang aneh, bukan?" Tanya Mikoto berkacak pinggang.
Sasuke memutar bola mata bosan.
"Ayolah, Bu"
Mikoto menggeleng, meneliti setiap jengkal tubuh anaknya. Bahkan tak segan memeriksa kerah Sasuke.
Sasuke yang risih memilih menepis lembut tangan Ibunya.
"Apa yang Ibu cari, hm?" Tukas Sasuke heran.
Mikoto memicing.
"Bekas lipstick" jawab Mikoto dengan senyum jenaka.
Sasuke terpana sesaat, lalu menggeleng tak habis pikir.
Ibunya pikir, Sasuke itu apa.
Pulang dengan penampilan kacau dan bekas lipstick. Uh, memangnya ini drama yang selalu Mikoto Uchiha saksikan setiap pukul sepuluh malam.
Well, sekarang pukul empat dini hari.
"Ibu hanya berpikir mungkin kau menghabiskan malam dengan seorang wanita" gumam Mikoto penuh cibiran.
Sasuke mendengus.
"Siapa yang mau menghabiskan waktu bersama anak Ibu ini" balas Sasuke jengah.
Mikoto menggeleng tak setuju.
"Tentu saja ada... Seperti dokter Haruno...ups..."
Sasuke menatap sinis wajah sok dramatis sang Nyonya Uchiha.
Jelas sekali sang Ibu hanya berakting.
"Ibu... Sakura bukan wanita seperti itu" tegas Sasuke pelan.
Tubuhnya lengket dan ia sungguh ingin mandi secepatnya.
"Ne...ne... Tapi, apa benar kau menemuinya?" Tanya Mikoto penuh harap.
Sasuke memutar bola mata jengah atas keingintahuan sang Ibu.
"Hn" gumam Sasuke melangkah cepat meninggalkan pekikan antusias dari wanita yang melahirkannya itu.
Sasuke menggeleng tak habis pikir, namun perlahan senyum kecil menghiasi sudut bibirnya.
***
Hinata menatap penuh selidik setiap gerak-gerik Toneri. Saat ini mereka tengah berada di playground. Menemani Suki.
Ada perubahan kecil dari sikap Toneri kini. Lelaki itu biasanya penuh antusias memperhatikan putri mereka.
Namun, hari ini tidak.
Toneri terlihat jelas sibuk dengan ponselnya.
Tak heran jika Sasuke memintanya secara kasar untuk memata-matai Toneri.
Mendesah lelah ia hampiri pria itu.
"Ah... Hinata" seru Toneri dengan wajah terkejut.
Hinata duduk persis di samping pria itu.
"Kau terlihat sibuk hari ini" ujar Hinata.
Toneri tersenyum minta maaf.
"Momoshiki berada di negara ini"
Deg
Hinata terkejut. Tak menyangka Toneri akan jujur padanya.
"Seingatku, kakakmu itu dilarang memasuki negara ini" tukas Hinata memastikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasiSinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
