Ino yang mendapat telepon dari Sakura yang menangis hebat itu segera dengan cepat tiba di flat murah yang sempit ini.
Ia bersama Kiba membuka pintu rumah yang sama sekali tidak dikunci.
Ino memasuki rumah itu dan memindai sekelilingnya. Kiba sendiri memilih menunggu di ruang tamu sekaligus ruang makan itu.
Sementara Ino, memasuki kamar Sakura.
Ino mengernyit saat melihat Sakura duduk terpekur berpangku lutut. Menenggelamkan wajahnya.
Ino lalu menatap kertas yang terbuka di samping Sakura, lalu membacanya.
Ino mendesah panjang, kembali menatap Sakura.
Sejak membaca legenda sang Miko dan sang Jendral, Ino menyadari perubahan drastis Sakura.
Gadis yang menyukai Sasuke dengan dalam itu memutuskan berhenti dan membuang perasaannya jauh.
Menurut Ino, itu sulit. Mengingat betapa bahagia nya Sakura dulu.
Ino tak munafik.
Siapapun pasti akan jatuh hati bila diperlakukan bak tuan putri.
Begitulah Sasuke Uchiha memperlakukan Sakura dulu.
Ino cukup percaya diri, jika Sasuke dan Sakura akan berpacaran segera mungkin.
Namun, nihil.
Sasuke Uchiha menolak Sakura mentah-mentah di hadapan semua siswa.
Malu.
Tidak.
Sakura tak menyerah dan selalu menanti jawaban pasti dari Sasuke.
Tapi hasilnya tetap nihil.
Hingga poros kehidupan kedua orang itu berubah. Bersamaan dengan Sakura yang mulai menjauhi Sasuke.
Lalu, Hinata Hyuuga.
Tak ada yang menyangka jika gadis itu penyebab dari segala nya.
Ino merasa pening seketika.
"Aku tahu kau tidak baik-baik saja, Saku... Dan itu normal, kurasa" ucap Ino ragu di akhirnya.
Sakura mengangkat kepalanya. Hingga dagunya bertumpu pada lutut.
"Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, Ino" lirih sekali, Sakura menatap sendu Ino.
Ino menipiskan bibirnya.
"Apalagi yang harus kau lakukan selain memberi Sasuke pelajaran"
Sakura mengerutkan kening.
"Bagaimana jika kau buat dia jatuh hati padamu, lagi dan balas dia dengan pengkhianatan" ujar Ino asal lalu terkekeh sadis.
Kiba di luar kamar hampir tersedak atas saran gila itu.
Sakura menunduk lesu.
"Okey... Aku hanya bercanda" cibir Ino kesal.
Ia memilih merebahkan diri di kasur kecil milik Sakura.
"Dunia ini sungguh kejam, bukan" bisik Ino tiba-tiba.
Sakura mengangguk bisu.
"Kau harus menjadi korban dari busuknya keluarga bangsawan, Uchiha dan Hyuuga" lanjut Ino miris.
"Aku bisa mengerti itu" balas Sakura getir.
Ino bangkit menatap aneh Sakura yang juga menatapnya dengan airmata berlinang.
Oh... Sakura.
"Jika kau jadi Sasuke, apa kau akan memilih Kiba dan membuang Ayahmu" ucap Sakura telak.
Ino menahan nafas. Ia tak akan sanggup membayangkan berada di posisi Sasuke.
"Aku tak mengerti mengapa, kau masih bisa membelanya" tukas Ino. "Maksudku, Sasuke dia menyelamatkan keluarga nya dan mengapa dia harus menyakitimu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasySinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
