56. Terus Bermunculan

113 13 5
                                        

Duh akhirnya aku bisa sampe pada bagian ini...
SETELAH beberapa hari terkena migrain dan masuk angin... Ternyata darah rendah wkwk.
Doakan diriku selalu sehat gaes.
Well... Ini chapter terakhir yang aku post di wattpad.
Sesuai janjiku... Yang mau chapter ending dari Hear Me s2 bisa dm aku.
Tapi nanti yah. karna aku mau bikin epilog dulu.
Aku akan balik kesini begitu semua udah rampung.
Terimakasih. Semoga kalian selalu sehat. Karna sakit itu sungguh ga enak. apalagi klo udah punya anak. Kayak di larang sakit lama lama huhuhu.
Chapter ini tuh butuh hampir seminggu weehhh, mataku lagi ga bersahabat liat Lcd...

Ok itu aja... Selamat membaca... pembaca setia Hear Me.

Semoga kalian selalu ngikutin ceritaku yang lainnya. Dan tidak bosan pada penulis amatir ini. Kuharap kalian menunggu karyaku selanjutnya. Semoga interaksi kita lebih baik dari sebelumnya. Jangan bosan memberi dukungan padaku berupa like dan komen.

Emerald Sakura terbelalak begitupun Obsidian dan mata kuaci milik Shikamaru.
Mereka baru saja menyaksikan kematian Momoshiki.

Peluru berhasil menembus kepala pria itu.
Di ikuti dengan tubuh yang ambruk ke lantai semen yang dingin.

Tap

Tap

Tap

Langkah kaki yang berjalan pelan itu membuat jantung mereka berdegup kencang. Meneguk ludah kering saat melihat sosok yang muncul di tengah kegelapan malam.

"Fu...ka" desis Sasuke dengan suara lirih.

"Ck mendoukusai... Mereka terus saja berdatangan" gerutu Shikamaru malas.

Sakura sendiri hanya terpaku pada sosok Fuka yang jauh berbeda dari yang ia ingat.

Sosok wanita dewasa dengan surai yang di pangkas pendek itu tersenyum tipis dengan wajah yang amat ramah.

"Aku sungguh tersanjung sekali... Karena Sasuke-kun masih mengingatku" balasnya ceria.

Sasuke hanya diam tanpa merespon apapun.

Fuka berjalan santai menuju mereka. Bersamaan dengan kedatangan Hinata, Gaara dan Naruto serta Sara di belakangnya.

Fuka berbalik dengan wajah yang tak lagi ramah. Hanya datar. Menatap Sara yang terlihat kepayahan.

Dengan satu jentikan jari Fuka, sebuah lampu sorot di arahkan ke mereka hingga pandangan mereka silau.

Syuut

Desisan bersahut dari Shikamaru, Gaara, dan Naruto membuat Sakura dan Hinata menoleh. Di sertai lampu sorot yang dimatikan.

Emerald dan Amethyst itu dibuat terkejut dengan penampakan Shikamaru yang ambruk memegangi lehernya yang tertancap jarum kecil.

Sakura mendekatinya dengan segera dan mencabut benda itu. Menatap cemas Shikamaru. Begitupun dengan Naruto dan Gaara yang terduduk lemas di lantai.

"Jangan khawatir... itu bukan racun" ucap Fuka geli menerima tatapan tajam dari Sakura dan Hinata.

Sakura menatap pergerakan Sara yang perlahan menuju tempat Hinata berada, lebih tepatnya menuju Sara.

Deg

Emerald Sakura terpaku.
Ia baru menyadari penampilan baru wanita yang dulu selalu menyulitkan hari-harinya di sekolah.

Surai merah muda yang begitu mirip dengannya.
Untuk tujuan apa wanita itu mengecat rambut sewarna dengan surai miliknya.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang