40. Pecundang

136 21 3
                                        

Emerald yang senantiasa indah itu menatap sendu hamparan kelam air laut di bawahnya.

Gluk

Ia teguk sake di tangannya dengan lemah. Udara dingin seolah tak berarti apapun akan tubuhnya yang masih berbalut gaun pengantin.

Mengabaikan kendaraan yang lalu lalang di belakangnya. Ia cengkeram pagar pembatas. Dingin sedikit menusuk kulit telapak tangannya.

Namun, ia abaikan.

Plaaakk

Sakura hanya menatap diam adegan dramatis di hadapannya. Tubuhnya kaku. Sekaku saat Kiba mengatakan bahwa Naruto Uzumaki datang dengan tampilan kacau, lalu membatalkan acara pernikahan mereka di tengah para tamu yang telah hadir.

Sakura masih memilih bungkam saat raungan marah Khusina menggema, pun Ino yang menahan tangis dengan tubuh bergetar.

Sakura merasa hampa.

HAMPA

Ya....
Dirinya selalu merasa seperti itu.
Entah sejak kapan.
Seolah kandungan oksigen dalam nafasnya terasa kurang. Ada sesuatu yang hilang.

Menyedihkan.

Setelah semua hal yang ia lakukan. Nyatanya dirinya berakhir seperti ini. Dipermalukan.

Perlahan Shappire di hadapannya menatap dirinya. Ada senyum getir dari raut pria kuning yang selalu ceria layaknya mentari.

Mentari itu tak sama.

Mentari nya berubah, tapi Sakura terlambat menyadarinya.

Suara degup jantung dalam dirinya membuatnya tak nyaman. Perutnya seolah di aduk.

Sakura bahkan tak menyadari saat Naruto dengan memohon meminta semua orang meninggalkan mereka berdua.

Sakura merasa lidahnya kelu.

"Sakura"

Suara itu bukanlah suara yang Sakura kenal layaknya dulu.
Seolah batu berat tengah menghimpit si empunya.

Sakura hanya menatap kaku, tubuh pria yang harusnya menjadi suaminya itu, kini bersujud di hadapannya.

"Naru..."

"Maaf ne Sakura"

Getir.

Sakura ingin pergi menjauh dari tempat ini. Ia tidak ingin mendengar apapun.

"Ayo... Kita hentikan saja" bisik Naruto pelan.

Sakura menahan nafas. Ia menunduk. Menatap Sapphire yang berkaca-kaca seolah kalah.

"Naru..."

"Aku kalah..." Ucap Naruto dengan tawa kecil yang begitu menyayat hati.

Sakura merasakan serpihan kehangatan dari jari besar Naruto di kedua tangannya.

"Aku pikir... Ada hari dimana aku bisa hidup bahagia bersamamu" ucap Naruto dengan senyum getir yang tak pernah lepas.

"Melihatmu yang menatapku penuh cinta" ujar Naruto dengan tatapan yang menyakitkan bagi Sakura. "Awalnya aku menyukai hal itu" lanjut Naruto lembut.

Emerald Sakura berair.
Ia gigit bibir bawahnya kuat.

"Tahukah kau... Sakura" ucap Naruto mendongak kearahnya. Tetap pada Emerald yang mulai meneteskan air.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang