Sasuke menatap lama layar ponselnya yang menampilkan sosok Sakura dan para wanita lainnya.
Ia perbesar layarnya hingga hanya wajah Sakura yang terpampang.
Gaara yang tak sengaja melihat, mencibir perbuatannya.
Shikamaru mendengus geli.
"Seingatku kau mengatakan ingin menjauhinya" ujar Shikamaru telak.
Gaara terkekeh kecil.
Sasuke mendengus.
"Teori dan praktek jelas berbeda" balasnya gamblang.
Shikamaru berdecih.
"Akui saja jika kau tidak berpendirian"
Gaara tertawa kali ini.
"Uchiha dan harga dirinya"
Sasuke berdehem.
"Sejak kapan cinta itu rasional" kilahnya yang makin membuat Gaara dan Shikamaru menyemburkan tawanya.
Gaara berdehem menghentikan tawanya.
"Baiklah... Lalu apa yang akan kau lakukan. Batas cuti Haruno akan berakhir lusa"
Sasuke berubah serius.
"Aku ingin kau siapkan rumah baru dengan keamanan tingkat tinggi untuknya"
Shikamaru berkerut, jelas tak setuju.
"Sakura pasti tak akan mau"
Sasuke tahu itu. Tapi, ia akan membuat wanita itu tak memiliki pilihan lain.
Laporan yang ia terima beberapa waktu lalu dari Shikamaru membuat hatinya sedikit risau.
Momoshiki tidak keluar dari kediamannya, begitu tiba...
Selama beberapa hari terakhir tak ada pergerakan aneh dari kediaman yang telah di sediakan Toneri untuk kakaknya itu.
Sasuke memijit keningnya pelan. Berpikir keras akan laporan yang ia terima berbanding terbalik dengan firasatnya.
***
Hinata mengerjab atas keterkejutan yang baru ia rasakan.
Khusina duduk dihadapannya sembari mengusap cangkir teh di tangannya.
Tatapan serius dilayangkan wanita paruhbaya itu terhadap dirinya.
"Itu tidak seperti yang Baa-chan pikirkan" jawab Hinata halus.
Khusina menaikkan alisnya. Mengecap rasa teh yang sedikit pahit.
"Entahlah..." Balas Khusina skeptis.
Hinata mendesah pelan.
"Naruto hanya linglung karena suatu hal..."
"Dan suatu hal itu berhubungan denganmu" tembak Khusina tegas.
Hinata jelas terkejut.
"Tidak...tidak seperti itu" sanggahnya tak kalah cepat.
Khusina mendengus.
"Sejujurnya aku tidak keberatan siapa yang disukai Naruto" uhar Khusina lesu. "Tapi, membatalkan pernikahan begitu saja... Itu amatlah jahat bagi para perempuan" desisnya kesal.
Hinata terdiam kaku.
"Aku dan Naruto tidak memiliki hubungan spesial" jelas Hinata pelan sekali.
Khusina menghembuskan nafas panjang. Dirinya tahu itu.
Tapi, dirinya harus berada dipihak netral. Dirinya juga seorang wanita. Sama seperti Sakura.
Setelah sedikit berdamai dengan diri sendiri, perlahan ia mulai membuka hati untuk wanita bersurai merah muda itu.
Jujur saja. Dirinya menyukai Hinata yang selalu terlihat tenang dan lembut. Meski masalalu wanita di hadapannya ini cukup rumit.
Sementara Sakura, sifat wanita itu sama sepertinya. Wanita karir yang begitu percaya diri, anggun dan sedikit elegan dengan kesederhanaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hear Me: I am Sorry
FantasiSinopsis: Sakura Haruno memutuskan untuk mengakhiri cinta sepihaknya selama dua tahun terakhir pada Sasuke Uchiha yang dingin, setelah membaca buku penuh tragedi berjudul 'Hear Me'. Lanjutan dari Hear Me... bisa di baca secara terpisah.
