52. HARI SEBELUM ESOK

75 12 3
                                        

Halo semuanya!!!
Karena cerita ini akan mencapai ending. saya tetap pada rencana awal, ending hanya ada di telegram. Bagi yang mau bisa hubungi saya di 085382629758 (WA/TELEGRAM)
Kalian bisa baca di grup tele, di pesan yg udah aku sematkan.
oh ya kalian bisa nikmati ceritaku yg lain, GEISHA(indrasaku), The Myth(Itasaku), & God of the Underworld(Sasusaku).

Untuk yg belum tahu bahwa aku udah post ending Hear Me s1 di wattpad, bisa di cek.

Untuk Geisha tetap di tele klo mau baca endingnya ya.

Untuk baca di Tele berbayar ya, Harga diskon.
Diskon berbatas waktu (hanya tersedia chapter ending dan epilog/ extra part)

Tidak ada versi pdf.

Terimakasih.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Lampu kembali menyala. Gaara berdecak kesal saat targetnya menghilang begitu saja.
Dari tempatnya membidik ia bisa melihat ruangan yang semula di isi banyak orang itu kini hanya berisi mayat anak buah Momoshiki.

Gaara menatap dalam gedung di sebelahnya itu. Ia yakin sudah berhasil mengenai Momoshiki barusan.

"Bajingan itu pasti sudah terluka parah" desisnya penuh dendam.

Gaara tidak akan melupakan perbuatan Momoshiki pada dirinya dan Shion serta calon bayi mereka yang tidak bersalah.

"Gaara... Bisakah kau membobol akses agar pintu gedung itu terbuka"

Suara Shikamaru terdengar melalu earphone yang ia kenakan.

"Hm...Bagaimana keadaan Sasuke?" tanyanya sembari mendekati laptopnya.

Jemarinya mulai mengutak atik benda di depannya.

"Kondisinya jelas tidak baik, kita jelas terlambat"

Gaara mengangguk.

Mereka beruntung karena berhasil membobol sistem gedung itu untuk membuat Momoshiki mati langkah.

Tak ia sangka pria itu dengan cepat mengurung Sasuke dan yang lainnya begitu lampu berhasil Gaara padamkan.

Hanya sepersekian menit.

Yah, mereka beruntung karena Kiba dan Shikamaru nampaknya berhasil membawa Ino dan Suki.

Prioritas mereka selain membantu Sasuke adalah menyelamatkan sandera.

"Katakan pada Sasuke, aku butuh waktu lama untuk membereskan ini"

"Roger"

***

Shikamaru menatap Suki yang masih menangis sesenggukan. Anak itu jelas ketakutan sekali. Saat langkah kaki terdengar Shikamaru menyentuh kedua lengan atas Suki. Membuat anak kecil itu mendongak padanya.

"Dengar Suki-chan, dengarkan paman ne"

Suki mengangguk sambil mengusap wajahnya yang basah dan berdebu.

"Tetaplah diam disini dengan tenang. Jangan bersuara, Oke"

Shikamaru mengendap-endap di belakang pria yang badannya setara dengan nya itu.
Kedua tangannya yang mengenggam tali yang ia kencangkan itu dengan cepat membelit leher musuh mereka.

Bruk

Tubuh pria itu ambruk ke lantai.

Suki menatap itu dengan rasa takut dan juga lega.

Hear Me: I am SorryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang